
JAKARTA, AVOLTA – Elektrifikasi kendaraan bukan hanya menjadi tren di masa depan, tapi juga mampu mengubah pola pikir kreatif para desainer dalam mendesain mobil. Sebab harus menyesuaikan dengan kondisi mobil listrik, utamanya mengedepannya aerodinamika.
Melansir laman autocar.co.uk, Jumat (17/3/2023), CEO Citroen, Vincent Cobee mengatakan, SUV yang menjadi tren saat ini bisa berubah seiring popularitas mobil listrik secara global dan akan mempengaruhi desain mobil ke depannya.
“Transisi dari kendaraan listrik secara masif tentunya akan meningkatkan pentingnya aerodinamika secara masif,” tutur Cobee.
Menurut dia, desain mobil mesin konvesional saat ini banyak yang tidak mempedulikan faktor efisiensi energi. Bila bensin habis, orang akan mudah mengisinya kembali. Lain dengan mobil listrik di mana aspek tersebut harus menjadi perhatian agar bisa lebih efisien.
Khusus mobil listrik, desainer pabrikan akan mempertimbangkan faktor efisiensi penggunaan energi agar baterai awet dan jarak tempuhnya bisa lebih jauh. Tentunya ini sangat berkaitan dengan peningkatan dari sektor desain aerodinamika.
“Dalam dunia kendaraan listrik, kendaraan yang punya bentuk besar atau mengotak akan langsung terkena pinalti (tidak terlihat menarik atau membebani),” jelas Cobee.
Maka dari itu, Cobee menyarankan perlu ada regulasi yang mengatur insentif kendaraan listrik berbasis bobot dan ukuran baterai kendaraan.
“Contoh sekarang ini di Prancis, jika Anda membeli mobil listrik dan beratnya lebih dari 2,4 ton, maka Anda tidak akan mendapat insentif,” ujar Cobee.





