JAKARTA, AVOLTA – Toyota kembali mengalami penurunan penjualan dalam 4 bulan beruntun. Pada Mei 2026, jenama asal Jepang ini, hanya berhasil menjual sebanyak 898.721 unit, atau turun 8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan resmi perusahaan, yang disitat dari Carscoops, total penjualan global Toyota, termasuk merek Lexus, Daihatsu, dan Hino, mencapai 898.721 unit sepanjang Mei 2026.
Penurunan paling tajam terjadi di pasar luar Jepang, yang menyusut 9,6% menjadi hanya 715.898 unit. Cina menjadi penyumbang terbesar penurunan tersebut, dengan penurunan penjualan hingga 31,7%menjadi hanya 102.299 unit.
Toyota menyebut kondisi pasar yang semakin menantang, ditambah kenaikan harga bahan bakar, menjadi faktor utama yang memengaruhi permintaan konsumen di Negeri Tirai Bambu.
Tak hanya Tiongkok, kawasan Timur Tengah juga mengalami pelemahan signifikan. Penjualan Toyota di wilayah tersebut merosot hingga 38,6%, menjadi 29.568 unit akibat terganggunya distribusi dan kondisi geopolitik yang memengaruhi rantai pasok. Sementara itu, pasar Amerika Serikat relatif stabil dengan penurunan tipis 0,6% menjadi 238.800 unit, berkat tingginya minat masyarakat terhadap mobil hybrid.
Meski penjualan kendaraan secara keseluruhan melemah, segmen elektrifikasi justru menunjukkan performa yang bertolak belakang, termasuk untuk hybrid, plug-in hybrid (PHEV), battery electric vehicle (BEV), hingga fuel cell electric vehicle (FCEV), yang melonjak sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan, masih terus tumbuh di berbagai pasar global.






