SHANGHAI, AVOLTA – SVOLT Energy, produsen baterai yang didirikan oleh Great Wall Motor (GWM), mulai memproduksi massal baterai semi-solid berkapasitas 100 kWh di Cina.
Baterai yang diberi nama Dragon Armor tersebut diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 500 kilometer hanya dalam 12 menit pengisian daya. Demikian dikutip dari CarNewsChina, Kamis (29/10/2026).
Produksi perdana baterai tersebut dimulai pada 26 Oktober 2026 di Changzhou, Provinsi Jiangsu, Cina. Baterai ini menggunakan sistem tegangan tinggi 900 volt dan mendukung pengisian cepat dengan tingkat pengisian 6C.
Kemampuan pengisian 6C memungkinkan baterai menerima daya dengan laju hingga enam kali kapasitas nominalnya per jam dalam kondisi ideal. SVOLT mengklaim teknologi tersebut dapat menambah jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam 12 menit.
Chairman sekaligus CEO SVOLT, Yang Hongxin, menyebutkan bahwa baterai ini telah mendapatkan nominasi dari sejumlah pelanggan otomotif. Informasi mengenai model kendaraan yang akan menggunakannya dijanjikan menyusul.
SUV listrik Wey V8X yang dikembangkan oleh GWM diperkirakan berpotensi menjadi salah satu model pertama yang menggunakan baterai tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penerapannya pada kendaraan itu.
Dari sisi keamanan mengadopsi teknologi separator transfer-printing pada sel baterainya. Menurut SVOLT, teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan internal baterai. Sistem pendingin cair ditempatkan di bagian atas dan bawah baterai untuk membantu menjaga suhu selama pengoperasian maupun pengisian daya berkecepatan tinggi.
Baterai ini juga dilengkapi enam lapisan perlindungan pada bagian bawah. SVOLT mengklaim struktur tersebut mampu memberikan ketahanan terhadap benturan hingga tiga kali lipat dari standar nasional Tiongkok. Selain itu, teknologi penyusunan sel berkecepatan tinggi diklaim memungkinkan baterai mencapai lebih dari 3.000 siklus pengisian, dengan perkiraan jarak tempuh teoritis sepanjang lebih dari satu juta kilometer selama masa pakainya.






