
NEW DELHI, AVOLTA – Pemerintah India mengizinkan penggunaan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 100% atau E100 pada kendaraan yang kompatibel dengan teknologi flex-fuel. Kebijakan ini membuka jalan bagi penggunaan bahan bakar alternatif dengan kadar etanol lebih tinggi dari campuran bensin yang selama ini digunakan.
Mengutip laporan MotorBeam, Jumat (30/10/2026) Kementerian Transportasi Jalan dan Jalan Raya India (MoRTH) telah mengubah aturan Central Motor Vehicles Rules (CMVR) 1989 melalui pemberitahuan resmi pemerintah. Perubahan tersebut memperluas ketentuan sebelumnya yang telah mencakup bahan bakar E85.
Meski demikian, izin tersebut tidak berarti semua kendaraan berbahan bakar bensin bisa langsung menggunakan E100.
Mobil dan sepeda motor yang dirancang untuk bensin dengan campuran etanol lebih rendah, termasuk E20, belum tentu kompatibel dengan bahan bakar berkadar etanol tinggi.
Kendaraan flex-fuel membutuhkan komponen sistem bahan bakar dan pengaturan mesin khusus agar dapat beroperasi menggunakan berbagai konsentrasi etanol.
Material pada sistem bahan bakar juga harus sesuai karena karakteristik etanol berbeda dari bensin biasa. Karena itu, kendaraan yang tidak dirancang untuk E100 tidak disarankan menggunakannya tanpa penyesuaian teknis yang sesuai.
India mendorong penggunaan etanol sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah, menekan emisi, serta mendukung sektor pertanian domestik. Etanol yang diproduksi dari bahan baku pertanian menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Namun, penerapan E100 masih membutuhkan dukungan infrastruktur distribusi dan ketersediaan bahan bakar di stasiun pengisian.
Pemerintah juga perlu memperjelas arah kebijakan untuk kendaraan yang saat ini hanya kompatibel dengan campuran etanol lebih rendah, termasuk kepastian ketersediaan bahan bakar yang sesuai bagi pemilik kendaraan tersebut. Brasil menjadi salah satu contoh negara yang telah lama mengembangkan ekosistem kendaraan flex-fuel. Kendaraan yang kompatibel di negara tersebut dapat menggunakan bensin maupun campuran bahan bakar dengan kadar etanol tinggi, sehingga konsumen memiliki pilihan berdasarkan harga dan kebutuhan penggunaan.






