Home Cerita Penjualan BYD di Jepang Masih Seret, Pangsa Pasar Hanya 0,1%

Penjualan BYD di Jepang Masih Seret, Pangsa Pasar Hanya 0,1%

BYD Racco tampil di Japan Mobility Show 2025. (Avolta)

JAKARTA, AVOLTA – BYD masih menghadapi tantangan besar untuk menembangkan bisnis kendaraan listriknya di Jepang. Meskipun telah masuk ke pasar otomotif Negeri Sakura sejak 2023, namun produsen asal Cina ini masih belum mencatatkan penjualan yang signifikan.

Sepanjang Januari hingga September 2026, pangsa pasar BYD di Jepang hanya 0,1 persen. Demikian disitat dari Reuters, Sabtu (31/10/2026).

Dari segi angka, penjualan BYD hanya kurang dari 4.000 unit, selama 9 bulan pertama tahun ini.

Salah satu tantangan terbesar BYD adalah masih sangat kuatnya posisi merek lokal. Produsen kendaraan asing secara keseluruhan, hanya menguasai sekitar 6 persen penjualan mobil penumpang di Jepang. Selain itu, konsumen masih lebih menyukai kendaraan hibrida, teknologi yang telah lama menjadi andalan Toyota dan sejumlah pabrikan Jepang lainnya.

Sementara itu, untuk memperkuat kehadirannya, BYD sebenarnya telah membangun jaringan bisnis yang cukup luas. Sejak masuk ke pasar Jepang pada 2023, perusahaan sudah memiliki lebih dari 75 diler dan berencana meningkatkan jumlahnya menjadi 100 diler.

BYD juga mencoba mengikuti karakteristik pasar setempat dengan meluncurkan mobil listrik mungil atau kei car pada Juli 2026. Namun, hingga September tahun ini, model tersebut baru terjual sekitar 650 unit, di tengah dominasi pabrikan lokal di segmen kendaraan berukuran kecil.