
JAKARTA, AVOLTA – Kia menambah jumlah pabrik perakitan mobil listrik di Korea Selatan. Fasilitas Purpose Built Vehicle (PBV) ini dibangun di lahan seluas 99.000 hektare dan memiliki kapasitas produksi per tahun mencapai 150.000 unit.
Dalam keterangan resminya, Kia menyebut telah menggelontorkan dana sebesar 1 triliun won atau sekitar Rp11,3 triliun untuk membangun pabrik bertenaga listrik. Rencananya, produksi massal perdana dari pabrik PBV ini akan dilakukan pada semester II/2025.
“Fokus kami adalah untuk meningkatkan daya saing seluruh ekosistem kendaraan listrik, termasuk penelitian dan pengembangan, produksi, infrastruktur, serta memimpin dalam mendorong perubahan dan inovasi di dunia industri otomotif masa depan,” tutur Hu Sung Song, Sabtu (15/4/2023).
Sung Song melanjutkan, fasilitas ini akan mengadopsi kecerdasan teknologi dari Hyundai Motor Group dan merek pabrik pintar Kia, ‘E-FOREST Technologies’. Selain itu, salah satu proses manufaktur inovatif yang akan diterapkan di pabrik PBV adalah ‘Cell Method’.
Tujuan dari inovasi adalah untuk menciptakan proses manufaktur yang lebih efisien dan fleksibel. Nantinya, mesin diatur untuk mengoptimalkan aliran bahan material dan produk antar stasiun kerja, sehingga dapat meminimalkan waktu henti, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas.
Selain itu, pabrik bertenaga listrik akan dibangun sebagai pabrik yang ramah lingkungan dengan menerapkan teknologi manufaktur yang canggih dan inovatif, sehingga dapat menurunkan emisi karbon yang dihasilkan.





