TOKYO, AVOLTA – Setelah rencana merger kedua perusahaan batal terealisasi, Honda dan Nissan kini dikabarkan semakin dekat untuk mengumumkan bentuk kerjasama baru.
Presiden Honda, Toshihiro Mibe, disitat Carscoops, Jumat (3/7/2026) menyebut pembahasan antara kedua produsen otomotif Jepang tersebut telah mencapai tahap lanjutan, bahkan beberapa di antaranya hampir siap diumumkan.
Pernyataan itu disampaikan Mibe dalam rapat umum pemegang saham tahunan Honda yang digelar di Jepang. Menurutnya, kolaborasi dengan Nissan terus berkembang dan dilakukan atas dasar saling menguntungkan bagi kedua perusahaan.
“Pembahasannya sudah berjalan cukup jauh dan beberapa aspek sudah mendekati tahap pengumuman,” kata Mibe.
Meski demikian, sejumlah detail kerjasama masih harus diselesaikan, termasuk pembagian biaya pengembangan, pengadaan komponen, hingga struktur bisnisnya.
Apabila proyek ECU bersama berjalan sesuai rencana, teknologi tersebut diperkirakan mulai digunakan pada kendaraan produksi massal sekitar 2029 hingga 2030.
Honda menilai penyatuan sistem elektronik akan menjadi fondasi penting bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan, termasuk pengembangan perangkat lunak, sistem operasi kendaraan, hingga platform mobil generasi berikutnya.
Kolaborasi ini menjadi semakin penting setelah Honda membukukan kerugian tahunan pertamanya dalam sejarah perusahaan. Di sisi lain, Nissan juga tengah menjalankan program restrukturisasi besar-besaran untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Kondisi tersebut membuat kedua perusahaan memiliki kepentingan yang sama untuk berbagi biaya pengembangan teknologi di tengah persaingan yang semakin ketat dengan produsen mobil listrik asal Cina dan Tesla.






