JAKARTA, AVOLTA – Toyota makin serius masuk ke sektor mobilitas udara, dengan menggandeng Joby Aviation. Tak lagi sebatas investor, pabrikan asal Jepang tersebut kini juga masuk fase awal aliansi manufaktur strategis, yang bertujuan untuk mempercepat produksi taksi terbang atau electric vertical take-off and landing (eVTOL).
Disitat dari Carscoops, dengan pembentukan perusahaan patungan, kedua merek ini akan menggabungkan keahlian masing-masing. Joby akan menyumbangkan teknologi penerbangan listrik yang telah dikembangkan.
Sedangkan Toyota, membawa pengalamannya dalam sistem produksi dan keunggulan operasional untuk mendukung proses manufaktur skala besar.
Pembagian Saham
Dalam struktur kepemilikan, Toyota akan menguasai 51 persen saham, sementara 49 persen sisanya dimiliki Joby Aviation.
Sementara itu, kerja sama ini akan difokuskan untuk meningkatkan kapabilitas produksi, menyempurnakan kualitas manufaktur, sekaligus menekan biaya produksi agar lebih efisien.
Toyota juga akan menerapkan sistem produksinya yang telah diakui secara global guna membantu Joby mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi seiring proses sertifikasi taksi terbang dan meningkatnya permintaan pada masa mendatang.
Joby sendiri, saat ini adalah salah satu perusahaan yang cukup gencar menghadirkan layanan taksi udara komersial berbasis eVTOL. Pesawat listrik buatannya, dirancang untuk mengangkut penumpang dengan perjalanan jarak pendek di kawasan perkotaan maupun regional, dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter, namun menawarkan tingkat kebisingan lebih rendah serta tanpa emisi gas buang.






