KUALA LUMPUR, AVOLTA – Honda Malaysia terus memperkuat komitmennya terhadap manufaktur ramah lingkungan. Terbaru, perusahaan meresmikan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pertama di pabrik perakitannya di Alor Gajah, Melaka, yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS), untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi terbarukan.
Proyek tersebut menelan investasi sekitar 14 juta ringgit atau setara Rp54,2 miliar dan menjadi salah satu langkah Honda menuju target netral karbon pada 2050. Demikian mengutip Paultan, Senin (27/7/2026).
Sistem PLTS yang dipasang terdiri dari sekitar 8.960 panel surya di atap fasilitas produksi dengan kapasitas terpasang lebih dari 5,6 MW. Instalasi ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 7.042 MWh listrik bersih setiap tahun.
Honda memperkirakan penggunaan energi surya tersebut dapat mengurangi emisi karbon dioksida pabrik hingga 4.584 ton per tahun, atau sekitar 10% dari total emisi karbon fasilitas produksi di Melaka.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari jaringan umum, sistem ini juga diharapkan membuat operasional pabrik menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Tak hanya memasang panel surya, Honda Malaysia juga mengintegrasikan Battery Energy Storage System (BESS) yang berfungsi menyimpan kelebihan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari. Energi tersebut kemudian dapat digunakan kembali saat kebutuhan listrik meningkat atau ketika produksi panel surya menurun.
Honda menyebut implementasi BESS ini menjadikannya salah satu pelopor di kalangan industri manufaktur Malaysia dalam pemanfaatan sistem penyimpanan energi skala besar.
Managing Director dan CEO Honda Malaysia, Narushi Yazaki, mengatakan proyek ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju operasi yang lebih berkelanjutan.
“Penyelesaian proyek tenaga surya ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutan Honda Malaysia. Selain mengurangi jejak lingkungan, proyek ini mencerminkan komitmen kami terhadap manufaktur yang bertanggung jawab dan cita-cita untuk berkontribusi pada masa depan yang netral karbon,” ujar Yazaki.
Honda Malaysia juga mengungkapkan bahwa inisiatif energi surya akan diperluas ke Parts Supply Warehouse di Bukit Jelutong, Shah Alam, pada 2027. Di saat yang sama, perusahaan terus mendorong jaringan dealernya untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti pemanenan air hujan dan pengelolaan limbah baterai yang sesuai standar.






