BANGKOK, AVOLTA – Industri otomotif Thailand mendesak pemerintah untuk memperketat aturan penggunaan komponen lokal dalam produksi kendaraan listrik (EV). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing industri nasional, sekaligus melindungi ribuan pelaku usaha komponen otomotif dari tekanan produk impor.
Melansir Paultan, Sabtu (25/7/2026) desakan tersebut disampaikan oleh gabungan asosiasi industri otomotif Thailand yang menilai kebijakan insentif kendaraan listrik saat ini lebih banyak menguntungkan produsen kendaraan, namun belum memberikan dampak maksimal bagi industri komponen dalam negeri.
Mereka meminta pemerintah memastikan setiap kendaraan listrik yang diproduksi di Thailand menggunakan porsi komponen lokal yang lebih besar.
Pelaku industri berpendapat bahwa peningkatan tingkat kandungan lokal akan membantu mempertahankan rantai pasok otomotif yang telah dibangun selama puluhan tahun. Selain menciptakan lapangan kerja, juga dinilai mampu meningkatkan kemampuan teknologi pemasok lokal sehingga tidak hanya bergantung pada komponen impor.
Asosiasi otomotif juga meminta pemerintah menyesuaikan kebijakan insentif kendaraan listrik setelah program EV 3.5 berakhir pada 2027. Mereka berharap insentif berikutnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan kendaraan listrik, tetapi mampu mendorong investasi di sektor manufaktur komponen, produksi baterai, serta pengembangan teknologi lokal.
Pemerintah Thailand sendiri tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menghidupkan kembali industri otomotif, termasuk program senilai sekitar 24 miliar baht guna mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Kalangan industri berharap seluruh kebijakan baru tersebut diselaraskan dengan persyaratan kandungan lokal agar manfaat ekonominya lebih besar bagi Thailand.
Saat ini, Thailand menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara dan berhasil menarik investasi miliaran dolar dari produsen mobil listrik, terutama dari Cina.
Namun, derasnya investasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran bahwa industri komponen lokal hanya akan berperan sebagai perakit apabila tidak ada aturan yang mendorong penggunaan komponen buatan dalam negeri.






