JAKARTA, AVOLTA – BYD telah menghentikan produksi Sealion 7 untuk pasar domestik Cina. Pabrikan asal Negeri Tirai Bambu ini, mengalihkan seluruh produksi dari SUV listrik tersebut untuk memenuhi permintaan ekspor ke berbagai negara.
Disitat dari Carnewschina, model yang dipasarkan di Tiongkok dengan nama Sealion 07 EV ini, sudah tidak lagi tersedia di aplikasi resmi pembelian kendaraan milik BYD. Jaringan dealer juga mulai menghabiskan stok yang tersisa.
Keputusan untuk produksi Sealion 7 untuk mengejar pasar ekspor, setelah BYD merombak jajaran produk Ocean Series di Cina. Konsumen lokal kini lebih memilih varian plug-in hybrid (PHEV)dibanding versi listrik murni, sehingga penjualan Sealion 07 EV terus melemah.
Sepanjang paruh pertama 2026, registrasi bulanannya hanya berkisar antara 100 hingga 300 unit. Sebelumnya, BYD juga mengambil langkah serupa terhadap Sealion 6 yang kini difokuskan untuk pasar ekspor. Sementara itu, Sealion 06 hybrid justru mencatat penjualan 18.856 unit pada Mei 2026 dan sempat menguasai pangsa 13,1% di dalam merek BYD pada April lalu.
Meski pamornya meredup di China, permintaan Sealion 7 di luar negeri justru terus meningkat. Pada Juni 2026 saja, pengiriman ke pasar ekspor mencapai 12.636 unit dan ikut mendorong total ekspor kendaraan BYD menjadi 174.897 unit dalam sebulan. Secara global, seluruh keluarga Sealion membukukan penjualan 47.624 unit selama Juni dengan akumulasi tahun berjalan mencapai 178.358 unit.
Performa Sealion 7 juga cukup kuat di sejumlah negara. Di Australia, versi setir kanan berhasil terjual 4.730 unit sepanjang Juni 2026, sehingga total pengirimannya telah melampaui 25 ribu unit sejak Februari 2025. Di Hong Kong, model ini mencatat penjualan 5.680 unit sepanjang 2025, dan menjadi salah satu kendaraan terlaris di kelasnya. BYD juga mulai memasarkan Sealion 7 ke Afrika Selatan untuk memperluas jangkauan di negara-negara dengan konfigurasi setir kanan.
BYD menilai strategi ekspor ini mampu memaksimalkan pemanfaatan fasilitas produksi, sekaligus memperpanjang siklus hidup teknologi baterai yang sudah matang. Selain itu, margin keuntungan di luar Cina dinilai jauh lebih menarik.






