Home Cerita Gagal Merger dengan Honda, Toyota Kini Dekati Nissan

Gagal Merger dengan Honda, Toyota Kini Dekati Nissan

Ilustrrasi Toyota. (IST)

JAKARTA, AVOLTA – Setelah rencana merger antara Nissan dan Honda gagal pada awal 2025, industri industri otomotif Jepang kembali dikejutkan dengan kabar bahwa Toyota, raksasa otomotif dunia, dilaporkan menghubungi Nissan untuk menjajaki kemungkinan aliansi baru.

Menurut laporan dari Mainichi Shimbun yang dikutip oleh Automotive News, seorang eksekutif Toyota disebut telah berbicara dengan Nissan mengenai bentuk kerja sama potensial.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak, langkah ini menandai perubahan sikap Toyota, yang sebelumnya menyatakan tidak tertarik pada merger besar karena kekhawatiran terhadap undang-undang anti-monopoli.

Kegagalan merger antara Nissan dan Honda, sebagian besar disebabkan oleh perbedaan visi dan struktur kepemimpinan. Honda mengusulkan agar Nissan menjadi anak perusahaan, sementara Nissan menolak kehilangan otonomi manajemennya. Selain itu, perbedaan dalam teknologi hybrid juga menjadi batu sandungan, dengan Honda meminta Nissan meninggalkan sistem e-Power miliknya demi efisiensi skala ekonomi.

Dalam upaya untuk bangkit, Nissan telah meluncurkan rencana restrukturisasi besar-besaran, termasuk pengurangan 20.000 pekerjaan, penutupan tujuh pabrik, dan pemangkasan kompleksitas suku cadang hingga 70%.

Perusahaan juga berencana untuk meluncurkan serangkaian kendaraan baru secara global dan memperkuat kerja sama dengan mitra aliansi seperti Renault dan Mitsubishi.

Sementara itu, Toyota, yang telah memiliki saham di beberapa produsen mobil Jepang seperti Daihatsu, Subaru, Mazda, dan Suzuki, tampaknya melihat peluang untuk memperluas pengaruhnya melalui kerja sama dengan Nissan.