JAKARTA, AVOLTA- Volkswagen dikabarkan bersiap untuk melakukan PHK sebanyak 100 ribu karyawan di seluruh dunia. Langkah tersebut, sebagai strategi efisiensi dan restrukturisasi besar-besaran perusahaan asal Jerman tersebut.
Berdasarkan laporan Manager Magazin, yang dikutip Reuters, Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Oliver Blume juga berencana memangkas investasi perusahaan sekitar 155 dalam lima tahun mendatang. Nilai investasi yang semula lebih tinggi, bakal ditekan menjadi sedikit di atas 130 miliar euro atau sekitar Rp2.470 triliun.
Selain itu, Volkswagen juga disebut mempertimbangkan penghentian operasional empat pabrik di Jerman. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi restrukturisasi terbesar dalam 89 tahun perjalanan perusahaan, sekaligus melampaui rencana efisiensi yang sebelumnya telah diumumkan.
Menanggapi laporan tersebut, Volkswagen memilih tidak memberikan komentar secara rinci. Juru bicara perusahaan hanya mengatakan bahwa seluruh pembahasan masih berada dalam proses internal dan akan diputuskan melalui mekanisme yang berlaku.
“Fakta-fakta yang relevan terkait hal ini akan dibahas dan disetujui oleh badan-badan yang berwenang. Kami tidak akan mendahului proses tersebut,” ujar juru bicara Volkswagen dalam pernyataan resminya.
Volkswagen mengakui industri otomotif global sedang mengalami perubahan yang sangat besar. Persaingan dari produsen kendaraan listrik asal Cina, kebijakan tarif di sejumlah pasar utama, serta perlambatan permintaan kendaraan di Eropa membuat model bisnis yang selama ini dijalankan dinilai tidak lagi mampu memberikan daya saing yang maksimum.







