SHANGHAI, AVOLTA – Menjelang peluncuran resminya di Cina, MG 07 kembali menjadi sorotan. Bukan karena spesifikasi atau teknologinya, melainkan akibat tudingan bahwa desain sedan listrik tersebut terlalu mirip dengan Porsche Taycan dan Xiaomi SU7.
Kontroversi itu bahkan memaksa manajemen MG memberikan klarifikasi kepada publik. Demikian melansir CarnewsChina, Rabu (8/7/2026).
Perdebatan bermula ketika General Manager MG, Chen Cui, menggelar siaran langsung untuk memperkenalkan MG 07. Namun, sesi tersebut dibanjiri komentar warganet yang menyebut desain mobil itu sebagai “copycat” dari Porsche Taycan maupun Xiaomi SU7. Situasi tersebut membuat Chen menghentikan siaran langsung lebih cepat dari yang direncanakan.
Menanggapi kritik tersebut, Chen menegaskan bahwa desain MG 07 bukan hasil meniru mobil lain. Menurutnya, bahasa desain sedan listrik terbaru MG justru merupakan interpretasi modern dari MGB GT, mobil sport legendaris asal Inggris yang diperkenalkan pada 1962.
Sebagai merek yang memiliki akar sejarah di Inggris, MG mengklaim ingin mempertahankan karakter tersebut dalam produk-produk terbarunya.
Di saat kontroversi berlangsung, sejumlah unit MG 07 tanpa kamuflase mulai terlihat menjalani pengujian di jalan raya Cina. Mobil ini mengusung bodi fastback dengan dimensi panjang 4.886 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.478 mm, dan wheelbase 2.825 mm.
Tampilan depannya mengadopsi desain hidung rendah, dipadukan garis atap yang landai serta bahu bodi yang tegas untuk memberi kesan sporty.
MG 07 juga dibekali teknologi modern, termasuk sensor LiDAR di atap yang menjadi pertama kalinya digunakan pada model MG. Sistem tersebut didukung kamera di berbagai sisi kendaraan, radar gelombang milimeter, serta sensor ultrasonik untuk menjalankan fitur bantuan mengemudi canggih seperti Navigation on Autopilot (NOA), lane centering, adaptive cruise control, hingga parkir otomatis.
Dari sisi dapur pacu, MG akan menawarkan dua pilihan. Varian Battery Electric Vehicle (BEV) menggunakan motor listrik penggerak roda belakang bertenaga 176 kW dengan pilihan jarak tempuh hingga 610 km atau 650 km berdasarkan standar CLTC.
Sementara versi Plug-in Hybrid (PHEV) mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter bertenaga 82 kW dengan motor listrik 152 kW, yang diklaim mampu melaju hingga 185 km dalam mode listrik murni.






