
JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi komentar masyarakat yang menyebut harga mobil listrik di Indonesia lebih mahal dibanding negara lain, seperti China ataupun Thailand.
Luhut menyebutkan, perbedaan harga mobil listrik yang terjadi di Indonesia dan negara lain, karena mungkin tipe dari mobilnya yang berbeda.
“Mungkin terjadi (perbedaan harga) tipenya yang sama, tapi harga beda. Harus lihat tipenya kan dia macam-macam tipenya,” jelas Luhut, di Nikel Conference, disitat dari Bisnis.com, ditulis Kamis (27/7/2023).
Sementara itu, jika dilihat dari data berbagai sumber, untuk mobil listrik yang sama-sama dijual baik di Indonesia maupun Thailand, harganya memang lebih murah dibanding di negara Gajah Putih.

Sebagai contoh, untuk Toyota bZ4X di Indonesia dibanderol Rp 1,19 miliar dan di Thailand 1.836 juta baht atau setara Rp 790,4 juta.
Selain itu, untuk mobil listrik Morris Garage (MG) 4 EV dengan harga sebesar Rp649,9 juta yang baru diumumkan di Tanah Air. Ternyata, di Thailand mobil tersebut memiliki banderol setengah harga dari Indonesia, yaitu Rp374 juta.
Sedangkan untuk Wuling Air ev, harga di Thailand dibanderol mulai 395.000 baht hingga 485.000 baht atau sekitar Rp169 juta sampai Rp207 juta.
Sebagai perbandingan, Air ev di Indonesia dibanderol seharga Rp243 juta hingga Rp299,5 juta.





