
JAKARTA, AVOLTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) telah memperkenalkan mobil listrik mungilnya, Honda e di Indonesia beberapa waktu lalu. Namun, pabrikan berlambang huruf H ini menegaskan tidak akan menjual model ramah lingkunganya tersebut di Tanah Air.
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy menjelaskan, pihaknya memboyong Honda e hanya sebagai upaya memperkenalkan teknologi Honda di segmen kendaraan listrik.
“Kita tidak ada rencana untuk merilis Honda e. Karena ya itu tadi, Honda e itu buat pengenalan Honda e:technology. Honda itu punya produk elektrifikasi,” jelas Billy, di sirkuit Mandalika, disitat dari Tribunnews.com, Kamis (1/6/2023).
Meskipun Honda e sendiri sudah dijual di Eropa dan Jepang, HPM tetap bersikeras untuk tidak menjual produk tersebut di pasar Indonesia.
Honda e merupakan mobil listrik kecil Honda yang diperkenalkan pertama kali pada 2019 di Frankfurt Auto Show. Sejak diperkenalkan bentuk prototipenya pada 2017, Honda e terus mengalami perkembangan hingga siap masuk jalur produksi massal.
Model ini memiliki tenaga maksimal hingga 154 PS dan torsi maksimal 315 Nm serta dukungan Sport Mode sehingga dapat berakselerasi dari 0-100 km per jam kurang dari sembilan detik.
Honda e, memiliki kapasitas baterai sebesar 35,5 kWh, yang dapat menempuh jarak sejauh 220 km. Pengisian daya baterai pada mobil berada di bagian depan mobil serta sudah dilengkapi dengan fast charging yang mampu mengisi dari 0 – 80% dalam waktu 30-36 menit.





