SHENZHEN, AVOLTA – BYD memastikan teknologi baterai solid-state buatannya akan mulai diuji pada kendaraan pada 2027. Namun, langkah tersebut masih menjadi bagian dari tahap pengembangan dan demonstrasi teknologi, bukan menandakan mobil listrik dengan baterai solid-state sudah siap diproduksi massal.
Kepastian tersebut disampaikan Executive Vice President BYD Stella Li dalam wawancara dengan Carwow.es di Valencia, Spanyol. Ia mengatakan BYD akan memiliki setidaknya satu model yang menggunakan teknologi baterai solid-state pada tahun depan.
“Jadi, berbicara tentang baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan, baik dalam teknologi maupun lini komersial. Untuk membuktikannya, tahun depan kami akan memiliki satu model pertama dengan teknologi ini,” ujar Li dikutip CarnewsChina, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, BYD belum mengungkap model yang akan digunakan sebagai kendaraan uji, kapasitas baterai, spesifikasi teknis, maupun performanya. Dengan demikian, kendaraan tersebut lebih tepat dipandang sebagai sarana untuk menguji kemampuan teknologi solid-state dalam kondisi berkendara nyata.
BYD melalui divisi baterainya, FinDreams, diketahui mengembangkan baterai solid-state dengan elektrolit berbasis sulfida. Perusahaan juga tengah mengembangkan kemampuan manufaktur serta peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai tersebut.
Pengembangan baterai solid-state sendiri masih menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat digunakan secara massal. Salah satunya menjaga kestabilan antarmuka antara elektroda dan elektrolit padat selama baterai mengalami siklus pengisian dan pengosongan.
Selain itu, baterai harus mampu menghadapi getaran, perubahan temperatur, serta penggunaan berulang dalam kondisi kendaraan. Tantangan lain datang dari proses produksi, terutama karena material elektrolit berbasis sulfida sensitif terhadap kelembapan.
FinDreams sebelumnya telah mengembangkan prototipe sel baterai solid-state berkapasitas 20 Ah dan 60 Ah dengan target kepadatan energi mendekati 400 Wh/kg. Namun, angka pada tingkat sel tersebut belum bisa langsung menggambarkan performa ketika baterai sudah menjadi satu paket yang digunakan kendaraan.
Untuk tahap berikutnya, BYD disebut menargetkan uji dalam skala kecil sekitar 1.000 kendaraan pada 2027. Sementara produksi komersial dalam skala besar diproyeksikan baru berlangsung sekitar 2030.






