BEIJING, AVOLTA – Cina menetapkan target besar untuk industri kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Tiongkok menargetkan kendaraan energi baru menyumbang 70% dari penjualan mobil penumpang baru di dalam negeri pada 2030.
Target tersebut tercantum dalam rencana pengembangan industri kendaraan energi baru terkoneksi cerdas untuk periode 2026-2030. Dokumen ini menjadi peta jalan Cina dalam mempercepat adopsi NEV sekaligus mengembangkan teknologi kendaraan pintar dan otonom.
Selain mobil penumpang, seperti dikutip CarnewsChina, Selasa (15/9/2026) Tiongkok menargetkan NEV mencakup 40% dari penjualan kendaraan komersial baru pada 2030. Pemerintah juga menargetkan kendaraan yang dilengkapi kemampuan mengemudi otonom dapat digunakan secara luas pada periode tersebut.
Target tersebut menunjukkan bahwa strategi Negeri Tirai Bambu ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kendaraan listrik, tetapi juga mendorong pengembangan teknologi kendaraan terkoneksi dan sistem bantuan berkendara yang semakin canggih.
Pemerintah Cina juga akan memperkuat pengawasan terhadap kapasitas produksi industri otomotif. Langkah ini menjadi penting karena industri kendaraan listrik Cina berkembang sangat cepat dan diikuti persaingan ketat antarprodusen.
Persaingan tersebut dalam beberapa tahun terakhir turut memicu perang harga di pasar domestik. Regulator Cina sebelumnya telah memanggil sejumlah produsen otomotif terkait dugaan persaingan yang dianggap tidak sehat, termasuk persoalan harga dan kualitas produk.
Di sisi teknologi, pengembangan kendaraan otonom menjadi bagian penting dari rencana lima tahun tersebut. Cina ingin mempercepat penerapan kendaraan dengan kemampuan berkendara otomatis sekaligus meningkatkan pengembangan teknologi kendaraan terkoneksi.
Dengan target 70% untuk mobil penumpang dan 40% kendaraan komersial, Tiongkok akan semakin memperbesar dominasi kendaraan energi baru di pasar domestiknya. Target tersebut juga berpotensi memperkuat posisi produsen Cina dalam persaingan kendaraan listrik global.
Industri otomotif Cina sendiri saat ini tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Produsen seperti BYD, Geely, Chery, SAIC, Dongfeng, hingga sejumlah merek EV baru semakin agresif melakukan ekspansi ke berbagai negara.






