Home Cerita Cina Naikkan Standar Keselamatan EV: Baterai Wajib Bebas Api

Cina Naikkan Standar Keselamatan EV: Baterai Wajib Bebas Api

 

BEIJING, AVOLTA – Pemerintah Cina segera menerapkan standar keselamatan baru untuk kendaraan listrik mulai 1 Juli 2026.

Melansir CarnewsChina, Kamis (18/6/2026) regulasi terbaru ini disebut sebagai salah satu aturan paling ketat di dunia, karena mewajibkan baterai kendaraan listrik tidak boleh terbakar maupun meledak, bahkan ketika mengalami kondisi thermal runaway atau kegagalan internal yang ekstrem.

Standar baru dengan kode GB38031-2025 itu menggantikan aturan sebelumnya yang hanya mengharuskan adanya peringatan lima menit sebelum potensi kebakaran atau ledakan terjadi.

Kini, produsen diwajibkan memastikan paket baterai tetap aman dan tidak memicu api dalam kondisi pengujian yang telah ditetapkan. Selain itu, asap yang dihasilkan juga tidak boleh membahayakan penumpang kendaraan.

Aturan tersebut juga memperkenalkan sejumlah pengujian baru, termasuk ketahanan terhadap benturan di bagian bawah kendaraan serta kemampuan sistem untuk memutus aliran listrik bertegangan tinggi secara fisik setelah terjadi tabrakan.

Tujuannya, yaitu mengurangi risiko sengatan listrik dan meningkatkan keselamatan penumpang maupun petugas penyelamat.

Regulasi baru ini diperkirakan akan mendorong para produsen untuk mengembangkan struktur baterai yang lebih kuat dan sistem manajemen termal yang lebih canggih. Teknologi baterai seperti lithium iron phosphate (LFP) dan desain cell-to-pack yang banyak digunakan pabrikan Cina diyakini akan semakin dioptimalkan untuk memenuhi standar tersebut.

Sejumlah produsen sebenarnya telah menunjukkan kemampuan baterai mereka dalam menghadapi kondisi ekstrem. BYD, misalnya, beberapa kali mendemonstrasikan ketahanan baterai Blade yang diklaim mampu menghindari kebakaran meski mengalami kerusakan berat.

Namun dengan hadirnya regulasi baru ini, kemampuan tersebut bukan lagi sekadar keunggulan produk, melainkan menjadi persyaratan wajib bagi seluruh industri.