TOKYO, AVOLTA – Dalam rapat umum tahunan para pemegang saham Akio Toyoda kembali terpilih sebagai chairman, sementara CEO baru Kenta Kon secara resmi mendapatkan persetujuan untuk bergabung sebagai anggota dewan direksi.
Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa investor masih menaruh kepercayaan terhadap arah bisnis yang ditempuh produsen mobil terbesar di dunia tersebut. Demikian melansir Reuters, Jumat (19/6/2026).
Rapat pemegang saham tahun ini menjadi yang pertama sejak Kenta Kon resmi mengambil alih posisi CEO pada April 2026. Eksekutif yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan itu menggantikan Koji Sato, yang kini menempati posisi vice chairman dan tidak lagi duduk sebagai anggota dewan.
Selain Akio Toyoda dan Kenta Kon, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali empat direktur lainnya. Hasil tersebut memperlihatkan dukungan investor terhadap strategi Toyota yang selama ini mengandalkan pendekatan multi-pathway atau pengembangan berbagai jenis teknologi penggerak, mulai mesin pembakaran internal, hybrid, plug-in hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai.
Dalam pernyataannya usai rapat, Kenta Kon menegaskan bahwa Toyota akan tetap melanjutkan investasi di berbagai bidang pertumbuhan seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, serta pengembangan beragam jenis powertrain.
Bahkan ia menegaskan perusahaan tidak akan melakukan perubahan drastis dan memilih menjalankan transformasi secara bertahap.
Dukungan dari para pemegang saham juga didorong oleh performa Toyota yang masih kuat di sejumlah pasar utama. Penjualan kendaraan hybrid yang terus tumbuh di Amerika Serikat (AS) dan Jepang menjadi salah satu faktor yang membuat investor tetap optimistis terhadap prospek perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif asal Cina.
Kepercayaan investor ini sekaligus menjadi modal penting bagi Toyota dalam menghadapi perubahan besar industri otomotif global. Di bawah kepemimpinan Akio Toyoda dan Kenta Kon, perusahaan asal Jepang tersebut diperkirakan akan tetap mempertahankan strategi yang selama ini membuatnya menjadi produsen mobil dengan penjualan terbesar di dunia.






