WUHU, AVOLTA – Chery bersama mitra teknologinya, Chaowei Group, mulai memasuki tahap produksi massal baterai sodium-ion.
Langkah tersebut ditandai dengan beroperasinya pabrik baru senilai 3,5 miliar yuan di Anqing, Provinsi Anhui, Cina. Demikian melansir CarnewsChina, Jumat (19/6/2026).
Fasilitas tersebut mulai aktif pada 13 Juni 2026 dan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan baterai generasi baru yang digadang-gadang menjadi alternatif baterai lithium-ion.
Pabrik tersebut dikelola oleh Anqing Chaoren Energy Technology dan pada tahap awal memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 2 GWh. Fokus utamanya memproduksi sel baterai sodium-ion untuk kendaraan listrik dan aplikasi penyimpanan energi.
Selain itu, fasilitas tersebut juga akan memproduksi material hard carbon yang menjadi salah satu komponen utama pada anoda baterai sodium-ion.
Baterai sodium-ion mulai menarik perhatian industri karena bahan bakunya lebih melimpah dan lebih murah dibanding lithium. Teknologi ini juga memiliki performa yang lebih baik di suhu rendah dan dinilai lebih aman dari sisi risiko thermal runaway.
Namun, kepadatan energinya masih lebih rendah dibanding baterai lithium-ion yang saat ini mendominasi pasar kendaraan listrik.
Seiring meningkatnya skala produksi, para pelaku industri memperkirakan harga baterai sodium-ion akan semakin kompetitif. Bahkan, sejumlah analis memprediksi biaya produksinya bisa mencapai titik yang setara dengan baterai lithium-ion pada akhir 2026.
Dimulainya produksi massal di pabrik baru ini memperlihatkan bahwa teknologi sodium-ion mulai beranjak dari tahap pengembangan menuju komersialisasi.
Nantinya jika biaya produksi terus turun dan performanya semakin meningkat, bukan tidak mungkin baterai sodium-ion akan menjadi pilihan utama untuk mobil listrik entry-level di masa depan.






