Home Cerita Spesifikasi Tesla Cybercab Terungkap: Daya Jelajah 673 Km

Spesifikasi Tesla Cybercab Terungkap: Daya Jelajah 673 Km

 

CALIFORNIA, AVOLTA – Spesifikasi lengkap Tesla Cybercab akhirnya terungkap setelah dokumen sertifikasi dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat dipublikasikan.

Kendaraan yang dirancang sebagai robotaxi tanpa setir dan pedal tersebut ternyata mengusung baterai berkapasitas lebih kecil dibanding sebagian besar model Tesla saat ini, namun menawarkan efisiensi yang sangat tinggi. Demikian dikutip ArenaEV, Kamis (18/6/2026).

Cybercab menggunakan satu motor listrik berjenis permanent magnet yang menghasilkan tenaga 163 kW atau setara 219 hp. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui sistem penggerak front-wheel drive (FWD).

Sumber tenaga berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 47,6 kWh. Dengan baterai yang relatif kecil, Cybercab justru mampu mencatat konsumsi energi yang sangat rendah, yakni sekitar 165 Wh per mil. Angka tersebut menjadikannya sebagai mobil listrik paling efisien yang pernah diproduksi Tesla.

Berdasarkan hasil pengujian EPA yang belum disesuaikan, Cybercab mampu menempuh jarak hingga 418 mil atau sekitar 673 km. Namun, angka tersebut diperkirakan akan turun menjadi sekitar 480 km setelah menggunakan metode perhitungan standar EPA yang biasa digunakan untuk konsumen.

Dari sisi bobot, Cybercab memiliki berat kosong sekitar 1.412 kg atau 3.113 pound. Meski lebih ringan sekitar 340 kg dibanding Tesla Model 3, angka tersebut dinilai masih cukup besar mengingat mobil ini hanya memiliki dua kursi dan tidak dibekali setir maupun pedal.

Sebagian besar bobot tambahan diduga berasal dari struktur keselamatan serta perangkat keras yang mendukung kemampuan berkendara otonom.

Dengan baterai yang lebih kecil, bobot yang relatif ringan, serta konsumsi energi yang sangat rendah, Tesla tampaknya lebih mengutamakan efisiensi dibanding performa tinggi pada Cybercab.

Strategi tersebut sejalan dengan tujuan utama kendaraan ini, yakni menghadirkan biaya operasional yang rendah untuk mendukung layanan transportasi tanpa pengemudi di masa depan.