Home Cerita Trump Ejek Pengemudi EV Punya Penyakit Jenis Baru

Trump Ejek Pengemudi EV Punya Penyakit Jenis Baru

LAS VEGAS, AVOLTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap kendaraan listrik. Dalam sebuah acara di Las Vegas, Trump menyebut kekhawatiran pengemudi mobil listrik terhadap sisa daya baterai atau range anxiety sebagai sebuah “penyakit”.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara di Red Rock Resort, Las Vegas, Rabu waktu setempat. Ia kembali mengklaim telah mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “mandat kendaraan listrik” di AS.

Trump mengatakan, kebijakan sebelumnya akan membuat masyarakat Amerika harus menggunakan mobil listrik dalam waktu yang relatif singkat. Demikian melansir Carscoops, Jumat (14/8/2026).

Ia kemudian menyoroti kebiasaan pengguna EV yang mulai mencari lokasi pengisian daya meskipun baterai kendaraannya masih tersisa sekitar tiga perempat.

Menurut Trump, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengguna mobil listrik terlalu khawatir terhadap jarak tempuh kendaraan. Ia bahkan menyebut mereka “gila” karena sudah memikirkan lokasi pengisian daya ketika baterai masih cukup banyak.

Meski demikian, persoalan range anxiety memang masih menjadi salah satu tantangan dalam penggunaan kendaraan listrik.

Pengemudi yang tidak memiliki akses pengisian daya di rumah, tinggal di apartemen, atau sering melakukan perjalanan jauh di wilayah dengan jaringan pengisian yang terbatas dapat menghadapi pengalaman berbeda dibandingkan pengguna yang bisa mengisi baterai setiap malam di rumah.

Di Amerika Serikat, jaringan pengisian kendaraan listrik sebenarnya terus berkembang. Data dari Department of Energy menunjukkan terdapat lebih dari 250.000 port pengisian daya publik di seluruh negeri. Jumlah tersebut menunjukkan infrastruktur pengisian sudah cukup besar, meskipun persebaran dan keandalannya masih belum merata, terutama di luar wilayah perkotaan.

Persoalan jarak tempuh juga tidak sepenuhnya bisa diabaikan. Untuk perjalanan jauh, pengguna mobil listrik memang perlu memperhitungkan lokasi pengisian daya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai, serta kondisi rute yang akan dilewati.

Namun, tingkat kekhawatiran tersebut sangat bergantung pada pola penggunaan. Pengemudi yang memiliki akses charger di rumah dan menggunakan mobil terutama untuk aktivitas sehari-hari di perkotaan kemungkinan tidak akan terlalu merasakan masalah tersebut. Sebaliknya, kebutuhan perencanaan perjalanan menjadi lebih penting bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyebut kendaraan listrik menyumbang sekitar 7% dari penjualan kendaraan di AS. Namun, berdasarkan estimasi Kelley Blue Book, pangsa kendaraan listrik pada kuartal kedua 2026 berada di angka 5,8%.

Permintaan terhadap kendaraan listrik di AS memang mengalami perlambatan dibandingkan puncaknya pada 2025. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi produsen otomotif yang telah menginvestasikan dana besar untuk pengembangan dan produksi kendaraan listrik.

Perubahan kebijakan pemerintah juga ikut memengaruhi kondisi pasar. Salah satunya adalah keputusan pemerintahan Trump untuk mengakhiri kredit pajak federal kendaraan listrik senilai 7.500 dolar AS.