JAKARTA, AVOLTA – Pasar otomotif Cina makin didominasi pertumbuhan kendaraan elektrifikasi. Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah merek berhasil menunjukan pencapaian yang cukup kuat, dan produsen konvensional harus berjuang mempertahankan posisinya,Berdasarkan data Autohome, Geely, Tesla, dan BYD menjadi nama-nama yang mencuri perhatian dalam daftar mobil terlaris di Cina.
Geely bahkan berhasil menempati posisi teratas. Xingyuan, hatchback listrik besutan Geely, menjadi model paling laris sepanjang enam bulan hingga Juli 2026 dengan penjualan hampir 197.500 unit. Geely sendiri menjadi pesaing dekat BYD, yang berada di posisi kedua berdasarkan volume penjualan keseluruhan di Cina pada 2025.
Selain kendaraan listrik, perusahaan asal Hangzhou tersebut juga masih memasarkan mobil bermesin bensin, termasuk melalui merek premiumnya, Zeekr.
Tesla juga mampu mempertahankan daya saingnya di tengah gempuran merek lokal Cina. Model Y menempati posisi kedua dalam daftar mobil paling populer dengan penjualan lebih dari 180.000 unit.
Sementara itu, BYD justru belum mampu menguasai posisi tiga besar. Meski tiga modelnya masuk dalam daftar 10 mobil terlaris, berdasarkan data Autohome periode Februari hingga Juli 2026.
Model terlaris BYD, Yuan UP, hanya berada di posisi kelima dengan penjualan hampir 97.700 unit. Posisi keenam ditempati Ti 7 dari merek kendaraan off-road BYD, kemudian disusul SUV Sealion 06. Kondisi ini terjadi ketika penjualan mobil penumpang BYD dilaporkan turun lebih dari 10 persen pada paruh pertama 2026.
Di antara ketatnya persaingan merek Cina, Volkswagen menjadi satu-satunya produsen mobil asing tradisional yang mampu masuk daftar 10 besar. Model kompak bermesin bensin, Lavida berada di posisi kesembilan dari daftar 10 mobil terlaris di Cina.
Dominasi kendaraan elektrifikasi juga terlihat dari data pasar secara keseluruhan. Cina Passenger Car Association mencatat, kendaraan energi baru, atau NEV yang mencakup mobil listrik berbasis baterai dan hybrid, menyumbang 65,1% dari penjualan mobil penumpang baru pada Juli 2026.
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya 54%. Meski begitu, penjualan kendaraan energi baru secara kumulatif hingga Juli masih turun 12,5%, sejalan dengan penjualan mobil penumpang secara keseluruhan yang merosot 20,3%.






