Home Cerita Chevrolet Berhenti Jual Mobil Baru di Cina

Chevrolet Berhenti Jual Mobil Baru di Cina

GM Pensiunkan Mobil Listrik Chevrolet Bolt Akhir 2023 (Reuters)

JAKARTA, AVOLTA – Chevrolet resmi mengakhiri penjualan mobil baru di Cina, setelah hampir 21 tahun beroperasi. General Motors (GM) memastikan, merek asal Amerika Serikat tersebut, tidak lagi menjalankan aktivitas ritel di Tiongkok, meskipun produksi tetap berjalan, untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Chevrolet sendiri, sebelumnya sempat menikmati masa kejayaan di pasar Negeri Tirai Bambu. Bahkan, perusahaan ini mampu menjual lebih dari 760 ribu unit dalam setahun, dan memiliki lebih dari 7,5 juta pemilik di negara tersebut.

Dilansir dari National Business Daily, Wakil Presiden Eksekutif GM Global sekaligus Presiden GM China John Roth menyoroti kekuatan operasi lokal mereka di Cina.

“Kami melihat peluang besar untuk melangkah melampaui Tiongkok dan menjangkau dunia,” ujarnya.

Roth melanjutkan, dengan kerja sama antara SAIC-GM yang telah berlanjut hingga 2047, pihaknya berencana untuk sedikitnya 30 model kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) hingga 2030, dengan fokus elektrifikasi terutama untuk merek Cadillac dan Buick.

Dengan kemampuan SAIC-GM di bidang rekayasa, manufaktur, dan kualitas dapat dimanfaatkan untuk memasuki pasar Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, serta Asia-Pasifik, dengan dukungan jaringan penjualan dan purnajual global GM.

Meski penjualan mobil baru dihentikan, GM memastikan konsumen Chevrolet di Cina tetap mendapatkan pelayanan terbaik. Sebanyak 7,5 juta pemilik Chevrolet akan terus mendapatkan layanan purna jual, dan jaringan dealer juga tetap beroperasi, sementara pasokan suku cadang dan layanan perawatan kendaraan dipastikan tidak terdampak oleh keputusan tersebut.