JAKARTA, AVOLTA – Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mulai mengubah cara industri otomotif merancang kendaraan. Teknologi ini mampu mempercepat proses desain, mulai dari mengembangkan sketsa awal hingga menghasilkan visualisasi digital yang realistis.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa penggunaan AI berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia, termasuk desainer mobil.
Karl Neuhold, Head of Exterior Design di Skoda, salah satu merek di bawah naungan Volkswagen Group, saat wawancara dengan Autoweek.nl, mengungkapkan bahwa teknologi tersebut telah digunakan dalam proses kerjanya, dan mampu menghasilkan berbagai alternatif desain dalam waktu singkat.
“Saya terkejut dengan betapa bagusnya teknologi ini. Saya juga menggunakannya sendiri, dan sangat terkejut melihat sebuah sketsa sederhana bisa menghasilkan beberapa versi hanya dalam hitungan detik, dengan hasil yang bahkan tidak bisa saya buat lebih baik sendiri,” ujarnya, disitat Carscoops, Sabtu (17/10/2026).
Kemampuan tersebut memungkinkan desainer mengubah gambar kasar menjadi visualisasi digital yang terlihat realistis. Teknologi AI dapat menambahkan bayangan, pantulan cahaya, hingga lingkungan di sekitar kendaraan hanya melalui instruksi sederhana.
Neuhold menilai AI akan menjadi bagian penting dari masa depan desain otomotif. Dengan begitu, para profesional perlu terus mengikuti perkembangan teknologi agar tetap kompetitif.
Meski menawarkan banyak keuntungan, Neuhold mengingatkan bahwa para desainer perlu berhati-hati dalam menyikapi perkembangan teknologi ini. AI dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memicu kreativitas, tetapi kemampuan tersebut juga memungkinkan studio desain menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit.
Kondisi ini berpotensi membuat persaingan semakin ketat, terutama bagi desainer muda yang ingin memasuki industri otomotif.






