Home Cerita Rapor Merah 3 Produsen Otomotif Pangkas Emisi Karbon

Rapor Merah 3 Produsen Otomotif Pangkas Emisi Karbon

JAKARTA, AVOLTA – International Energy Agency (IEA) mengatakan industri otomotif harus sepenuhnya beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal alias ICE untuk mencapai netral karbon pada 2050. Namun, berdasarkan Greenpeace Auto Ranking 2023, terdapat tiga produsen, yaitu Suzuki, Great Wall Motor, dan Toyota yang berada di posisi terendah dalam upaya memangkas emisi dari sektor roda empat.

Greenpeace Asia Timur mengevaluasi 15 produsen kendaraan bermotor tradisional di dunia terkait upaya transisi dari mesin ICE, dekarbonisasi rantai pasok, dan pengurangan sumber daya dan sirkularitas.

Sebagai produsen kendaraan bermotor terbesar di dunia, Toyota secara global hanya menjual 400 kendaraan listrik berbasis baterai tahun lalu dan Suzuki tidak menjual satu pun kendaraan listrik.

Di sisi lain, meski porsi penjualan kendaraan nol emisinya cukup tinggi, Great Wall Motor memperoleh poin rendah dalam hal dekarbonisasi rantai pasok.

Toyota Bawa Platform Mobil Listrik Baru ke Japan Mobility Show 2023 (Toyota Global)

“Sayangnya, raksasa produsen kendaraan bermotor seperti Toyota, Volkswagen, dan Hyundai, memangkas emisi tidak secepat yang dipercaya masyarakat,” ujar Ada Kong, Deputi Direktur Program Greenpeace Asia Timur, dalam keterangan resminya, Jumat (20/10/2023).

Lanjutnya, meski penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tumbuh cepat, 94% mobil yang dijual tahun lalu oleh produsen otomotif terbesar dunia, masih berbahan bakar fosil.

“Pemimpin industri seperti Toyota dan Hyundai, justru membanjiri jalanan dengan kendaraan bermesin ICE dan SUV yang terus bertambah. Produsen otomotif perlu mempercepat transisi dari bahan bakar fosil, daripada terus menyuarakan porsi penjualan EV yang kecil,” tegas Ada Kong.

Pada 2022, Hyundai-Kia mencatatkan penjualan SUV yang mencapai lebih dari 50% untuk pertama kalinya. Lantaran pemanfaat baja yang cukup tinggi dan efisiensi bahan bakar yang rendah, mobil SUV memiliki jejak karbon yang lebih besar dibandingkan mobil ukuran kecil.

Sementara itu, Mercedes-Benz dan BMW memperoleh nilai tertinggi. Meskipun mereka menjual kendaraan ICE lebih banyak, yang tidak sesuai dengan upaya membatasi kenaikan suhu rata-rata global maksimal 1,5˚C.