
JAKARTA, AVOLTA – Industri otomotif Tiongkok menetapkan target ambisius dengan merilis dokumen roadmap terbaru oleh China Society of Automotive Engineers (CSAE).
Bertajuk ‘Energy-Saving and New Energy Vehicle Technology Roadmap 3.0’, perencanaan ini dibangun di atas versi 1.0 (2016) dan 2.0 (2020), yang kini menekankan perspektif global, transformasi kendaraan hemat energi, upgrade kendaraan baru bertenaga listrik, dan evolusi kendaraan terhubung cerdas.
Disitat Carnewschina, roadmap ini menargetkan dominasi kendaraan listrik hingga 80%, di pasar domestik pada 2040, sekaligus mendorong percepatan teknologi kendaraan otonom level 4.
Dari target pencapaian di segmen new energy vehicles (NEV), battery electric vehicle (BEV) akan menguasai sekitar 80%. Sedangkan untuk mesin pembakaran dalam (ICE) diperkirakan masih akan mengambil sepertiga dari penjualan kendaraan penumpang baru pada 2040, melalui teknologi hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), dan EREV.
Di sisi teknologi otomatisasi, roadmap ini juga menargetkan bahwa kendaraan terhubung cerdas tingkat L4 (autonomous driving Level 4) akan sangat populer pada 2040, dan level 5 (L5) mulai masuk market.
Untuk mendukung hal ini, infrastruktur berbasis integrasi kendaraan-jalan-cloud integrated akan dikembangkan, agar sistem mobil pintar dapat beroperasi secara optimal di seluruh wilayah.
Langkah besar ini menegaskan ambisi Cina untuk tak sekadar beradaptasi dengan perubahan industri otomotif global, tetapi memimpinnya. Pemerintah dan pelaku industri di negara tersebut juga ingin memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok dunia, dengan mengintegrasikan produsen komponen utama ke dalam sistem industri global.


