NEW DELHI, AVOLTA – Hyundai Motor Group mengumumkan rencana investasi senilai 15,5 miliar dollar AS atau setara Rp 277 triliun di India periode 2026 hingga 2032. Investasi tersebut ditujukan untuk memperluas kapasitas produksi, mengembangkan teknologi kendaraan, serta memperkuat jaringan pemasok lokal.
Mengutip RushLane, Sabtu (17/10/2026) pengumuman ini disampaikan setelah Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi, Selasa (13/10/2026). India dinilai memiliki peran strategis dalam rencana pertumbuhan perusahaan di pasar global.
Investasi tersebut mencakup pengembangan fasilitas manufaktur Hyundai dan Kia, infrastruktur riset dan pengembangan (R&D), serta peningkatan penggunaan komponen lokal. Hyundai Motor Group juga berencana mengalokasikan sekitar 700 juta dollar AS untuk pengembangan pusat R&D di India, termasuk fasilitas pengujian kendaraan.
Selain memperkuat produksi, investasi ini akan mendukung pengembangan teknologi mobilitas masa depan. Hyundai Motor Group berencana menjajaki sejumlah bidang bisnis, seperti infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, pembiayaan otomotif, daur ulang kendaraan yang sudah mencapai akhir masa pakainya, serta layanan mobilitas baru.
Dari sisi produk, Hyundai menargetkan peluncuran 26 model baru dan pembaruan model di India hingga 2030. Salah satu rencananya menghadirkan SUV listrik di segmen A yang dikembangkan untuk kebutuhan pasar setempat. Hyundai juga merencanakan kehadiran merek premiumnya, Genesis, di India pada 2027.
Sementara itu, Kia berencana memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik dan hybrid. Kia menargetkan memiliki delapan model elektrifikasi pada akhir dekade ini. Sejumlah model hybrid yang direncanakan antara lain Seltos pada 2027, disusul Sonet dan Carens pada 2029.
Saat ini, Hyundai Motor Group memiliki kapasitas produksi gabungan lebih dari 1,4 juta kendaraan per tahun di India. Kapasitas tersebut berasal dari fasilitas Hyundai di Chennai dan Pune serta pabrik Kia di Anantapur.
Perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap untuk memenuhi permintaan domestik sekaligus memperkuat peran India sebagai basis ekspor. Hyundai Motor Group menyebut investasi tersebut diharapkan membuka peluang kerja di sektor manufaktur, rekayasa, riset, dan rantai pasok. Namun, perusahaan belum merinci pembagian total investasi antara Hyundai dan Kia maupun alokasi dana untuk setiap proyek.







