CALIFORNIA, AVOLTA – Pemerintahan Presiden Donald Trump resmi menurunkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan di Amerika Serikat (AS). Kebijakan baru itu membuat target rata-rata konsumsi BBM kendaraan pada 2031 menjadi jauh lebih rendah dibandingkan aturan yang ditetapkan pada era Joe Biden.
Departemen Transportasi AS melalui National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menetapkan standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE) baru dengan target rata-rata 34,9 mil per galon (mpg) atau sekitar 14,7 km per liter pada tahun model 2031.
Angka tersebut turun cukup signifikan dari target 50,4 mpg atau sekitar 21,4 km per liter yang sebelumnya ditetapkan pemerintahan Biden. Demikian melansir Carscoops, Rabu (30/9/2026).
Trump sebelumnya mengatakan dirinya telah menyetujui aturan baru tersebut. Menurut pemerintah AS, pelonggaran standar akan memberikan keleluasaan lebih besar kepada produsen dalam menentukan jenis kendaraan yang diproduksi sekaligus menekan biaya pengembangan dan kepatuhan terhadap regulasi.
NHTSA memperkirakan aturan baru dapat menurunkan biaya rata-rata kendaraan baru sekitar 1.300 dolar AS atau sekitar Rp 21 jutaan per unit. Pemerintah AS juga memperkirakan kebijakan ini dapat menghemat sekitar 138 miliar dolar AS dalam lima tahun.
Namun, perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Reuters melaporkan pemerintah AS memperkirakan biaya bahan bakar sepanjang masa pakai kendaraan dapat meningkat lebih dari 1.600 dolar AS, sementara konsumsi bensin nasional diproyeksikan naik 4,6% hingga 2050 dibandingkan skenario aturan sebelumnya.
Aturan baru juga mengubah cara kendaraan diklasifikasikan. Mulai tahun model 2030, kriteria kendaraan penumpang dan light truck akan disesuaikan.
Pemerintah AS mengatakan perubahan ini bertujuan mengurangi insentif bagi produsen untuk melakukan perubahan desain atau menambahkan perlengkapan tertentu hanya demi memenuhi klasifikasi regulasi.






