TOKYO, AVOLTA – Produsen mobil Cina diprediksi mulai membangun fasilitas produksi di Meksiko dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Prediksi tersebut disampaikan Chairman Nissan Americas, Christian Meunier, di tengah semakin kuatnya ekspansi merek Tiongkok ke berbagai pasar otomotif global.
Meunier menilai produsen Cina kemungkinan akan memilih Meksiko sebagai salah satu basis produksi di kawasan Amerika Utara. Lokasinya yang berdekatan dengan Amerika Serikat (AS) membuat negara tersebut strategis untuk mendukung ekspansi ke pasar regional.
Dikutip dari Auto News, Rabu (30/9/2026) Meunier mengatakan Nissan memperkirakan produsen Cina akan melakukan lokalisasi produksi di Meksiko dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Menurutnya, Nissan sendiri tengah menyiapkan strategi untuk menekan biaya produksi agar dapat bersaing ketika produsen Cina mulai membangun kendaraan secara lokal.
“Persaingan biaya akan menjadi aturan main dalam lima tahun ke depan,” kata Meunier.
Ia menilai produsen mobil Jepang dan Barat belum cukup agresif dalam menekan biaya dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Meunier menyebut struktur biaya dan rantai pasokan Nissan saat ini belum cukup kompetitif untuk berhadapan langsung dengan perusahaan seperti BYD.
Salah satu langkah Nissan adalah memanfaatkan kendaraan yang dikembangkan dan diproduksi di Cina untuk pasar di luar Negeri Tirai Bambu.
Nissan telah mulai memasarkan Frontier Pro di Meksiko. Model pikap tersebut dikembangkan di Cina dan selanjutnya akan diperluas ke sejumlah negara Amerika Latin.
Selain itu, Nissan N7 juga akan dipasarkan di kawasan Amerika Latin. Sedan listrik tersebut merupakan salah satu produk yang dikembangkan untuk pasar Cina.
Strategi tersebut menjadi cara Nissan memanfaatkan kemampuan pengembangan produk di Tiongkok untuk menghadapi ekspansi merek-merek Cina di pasar regional.
“Karena jelas bahwa ekspansi yang terjadi sangat besar dan berlangsung cepat, kami memanfaatkan kesempatan untuk membawa produk yang dikembangkan di Cina agar bersaing dengan produsen China di Amerika Latin,” ujar Meunier.
Meski demikian, Meunier memperkirakan penjualan mobil merek Cina di Amerika Serikat masih membutuhkan waktu lebih lama. Ia memperkirakan merek Tiongkok baru dapat masuk ke pasar Amerika Serikat setidaknya dalam lima tahun mendatang. Saat ini, tarif tinggi dan berbagai regulasi masih menjadi penghalang bagi kendaraan Cina untuk dijual di AS.






