JAKARTA, AVOLTA – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping diharapkan bisa membuka pintu bagi mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu masuk ke pasar Negeri Paman Sam. Namun, hal tersebut, ternyata belum bisa terwujud, karena tidak ada kesepakatan yang tercapai antara dua kepala negara tersebut.
Namun, banyak analis menilai, masuknya merek seperti BYD, Geely, dan lainnya ke pasar otomotif Amerika Serikat hanya tinggal menunggu waktu saja.
Seperti disitat dari Asia Nikkei, tarif impor sebesar 100% terhadap mobil listrik buatan Cina masih dipertahankan, dan membuat konsumen di Amerika Serikat untuk sementara belum bisa menikmati model-model murah Tiongkok, yang sukses di berbagai belahan dunia.
Namun, para pengamat menilai, produsen otomotif Cina tidak akan menghentikan ekspansinya ke Amerika Serikat. pasalnya, dengan harga kendaraan di Amerika Serikat yang terus meningkat, permintaan terhadap mobil listrik harga terjangkau dinilai akan terus menciptakan peluang bagi merek-merek Tiongkok, baik melalui kemitraan, produksi lokal, maupun jalur bisnis lainnya.
Persaingan ini tidak hanya menjadi tantangan bagi produsen Amerika Serikat, seperti General Motors, tetapi juga bagi pabrikan Jepang dan Eropa yang sama-sama mencari pasar baru setelah menghadapi tekanan dari dominasi mobil listrik Cina di kawasan lain.
Sementara itu, produsen Cina terus memperlebar keunggulan teknologi, termasuk inovasi pengisian baterai super cepat yang semakin memperkuat daya saing produk mereka.






