Home Cerita Toyota Incar Cuan Triliunan Yen Jualan Piranti Lunak

Toyota Incar Cuan Triliunan Yen Jualan Piranti Lunak

JAKARTA, AVOLTA – Toyota tengah menyiapkan perubahan strategi besar dalam model bisnisnya, dengan mengurangi ketergantungan terhadap penjualan mobil baru. Raksasa otomotif asal Jepang ini, mengincar kenaikan laba operasional sekitar 40 persen dari bisnis di luar penjualan kendaraan, hingga mencapai 3 triliun yen atau sekitar Rp 345,6 triliun pada tahun fiskal 2030.

Disitat dari Asia Nikkei, strategi tersebut akan memanfaatkan sekitar 150 juta unit mobil Toyota yang sudah beroperasi di berbagai negara.

Sumber pendapatan baru Toyota ini, berasal dari apa yang disebut sebagai value chain revenue, mencakup pembaruan perangkat lunak, layanan leasing, pembiayaan kendaraan, hingga penjualan suku cadang.

Salah satu fokus utama Toyota adalah memperluas pengembangan software-defined vehicle (SDV), yakni peningkatan kemampuan kendaraan melalui pembaruan perangkat lunak.

Toyota bahkan telah memperkenalkan layanan berbayar untuk GR Yaris dan GR Corolla, yang memungkinkan pemilik mengubah fungsi tertentu melalui aplikasi ponsel pintar, termasuk menambahkan fitur pendingin bagi sistem kontrol elektronik ketika suhu meningkat.

Selain itu, RAV4 generasi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025, sudah menggunakan platform perangkat lunak Arene, yang akan menjadi fondasi perluasan ekosistem SDV Toyota ke model-model lain.

Di luar layanan digital, Toyota juga memperkuat bisnis suku cadang global. Perusahaan telah membuka gudang distribusi di Belgia, yang terhubung dengan 16 gudang regional untuk melayani sekitar 50 negara.