Home Cerita Audi Restrukturisasi Bisnis di Cina: Gandeng SAIC dan FAW

Audi Restrukturisasi Bisnis di Cina: Gandeng SAIC dan FAW

 

SHANGHAI, AVOLTA – Audi berencana melakukan restrukturisasi bisnisnya di Cina dengan membagi fokus antara dua perusahaan patungan, yakni SAIC-Audi dan FAW-Audi.

Dalam rencana tersebut, seperti dikutip CarnewsChina, Rabu (9/9/2026) SAIC-Audi akan fokus mengembangkan dan memasarkan merek AUDI yang menggunakan logo berupa tulisan AUDI tanpa emblem empat cincin.

Sementara seluruh model Audi dengan logo empat cincin akan dikonsolidasikan di bawah FAW-Audi. Rencana ini menjadi perubahan besar dalam strategi Audi di Cina yang selama ini mengandalkan dua mitra lokal untuk menjalankan bisnisnya.

Namun, sejumlah detail implementasi masih dalam tahap pembahasan, termasuk pembagian produksi dan penjualan, pengalihan layanan purnajual, hak konsumen, serta kepentingan jaringan diler.

Merek AUDI sendiri merupakan lini kendaraan yang dikembangkan khusus untuk pasar Cina dengan fokus pada kendaraan listrik dan teknologi terkoneksi. Saat ini, merek tersebut telah memiliki dua model, yakni E5 Sportback dan E7X SUV.

Untuk memperkuat pengembangan merek AUDI, Audi bersama SAIC juga telah mendirikan Audi Innovation Technology Centre (AITC) pada 3 September 2026. Pusat pengembangan tersebut merupakan perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan SAIC sebesar 49 persen, Audi AG 41 persen, dan Volkswagen China 10%.

AITC akan menangani pengembangan teknologi untuk merek AUDI, termasuk teknologi kabin pintar, sistem bantuan pengemudi atau advanced driver assistance system (ADAS), serta teknologi kendaraan berbasis kecerdasan buatan.

Di sisi lain, sejumlah model Audi dengan logo empat cincin yang saat ini dipasarkan SAIC-Audi akan dialihkan ke FAW-Audi jika restrukturisasi tersebut resmi diterapkan.

Produksi model Audi dengan logo empat cincin di SAIC-Audi juga disebut sebagian besar telah dihentikan sejak Juli 2026.

Restrukturisasi tersebut dilakukan ketika kinerja Audi di pasar Cina menghadapi tekanan. Pengiriman Audi di Tiongkok pada paruh pertama 2026 tercatat turun 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan tersebut turut berdampak pada profitabilitas bisnis Audi di Cina. Laba operasi Audi disebut turun 74% menjadi 73 juta euro pada semester pertama 2026.