Home Cerita Peta Pasar Mobil Listrik Global Terbelah Tiga

Peta Pasar Mobil Listrik Global Terbelah Tiga

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)

SHANGHAI, AVOLTA – Pasar kendaraan listrik global mulai menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda-beda di setiap kawasan.

Mengacu pada data penjualan Agustus 2026, setidaknya ada tiga karakter utama, yakni Eropa yang tumbuh pesat berkat insentif, Amerika Utara mengalami penurunan, serta Cina semakin mengandalkan pasar ekspor.

Secara global melansir ArenaEV, Rabu (16/9/2026), penjualan kendaraan listrik mencapai 1,83 juta unit pada Agustus 2026 atau tumbuh sekitar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, penjualan Januari-Agustus 2026 mencapai 13,4 juta unit, naik 4% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Eropa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut. Penjualan kendaraan listrik di kawasan ini mencapai sekitar 380.000 unit pada Agustus, melonjak 36% secara tahunan.

Insentif di Eropa

Sejumlah negara seperti Perancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol menjadi pasar penting dalam pertumbuhan tersebut, dengan kebijakan insentif pemerintah ikut mendorong minat konsumen.

Di Spanyol, misalnya, program subsidi kendaraan listrik masih memberikan dukungan hingga sekitar 5.300 dollar AS untuk pembelian kendaraan yang memenuhi syarat. Penetrasi kendaraan listrik di negara tersebut juga meningkat dari sekitar 18% pada 2025 menjadi 20% sepanjang 2026 hingga Agustus.

Kondisi berbeda terlihat di Amerika Utara. Penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut turun 33% secara tahunan pada Agustus menjadi sekitar 140.000 unit. Secara kumulatif sejak Januari, volumenya juga masih turun 21%.

Penurunan tersebut tidak terlepas dari berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik federal di Amerika Serikat pada September 2025. Perubahan kebijakan itu membuat pola pembelian konsumen berubah dan sebagian calon pembeli kembali mempertimbangkan kendaraan hybrid sebagai alternatif.

Perlambatan Domestik Cina

Sementara itu, Cina menghadapi kondisi yang lebih kompleks. Penjualan kendaraan energi baru di pasar domestik pada Agustus turun sekitar 11% secara tahunan. Namun, perlambatan pasar domestik tersebut diimbangi dengan lonjakan ekspor kendaraan listrik dan plug-in hybrid buatan Cina.

Ekspor kendaraan energi baru Tiongkok pada Agustus mendekati 520.000 unit, dengan pertumbuhan lebih dari 150% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan semakin besarnya peran pasar luar negeri bagi produsen kendaraan listrik Cina ketika persaingan di pasar domestik semakin ketat.

Pertumbuhan bahkan lebih tinggi terjadi di sejumlah pasar di luar tiga kawasan utama tersebut. Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah mencatat pertumbuhan yang kuat, menunjukkan adopsi kendaraan listrik mulai menyebar ke negara-negara yang sebelumnya memiliki tingkat penetrasi relatif rendah.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan kendaraan listrik global tidak lagi bergerak dalam satu arah yang sama. Eropa kini menjadi salah satu motor pertumbuhan melalui dukungan kebijakan, Amerika Utara menghadapi fase penyesuaian setelah berakhirnya insentif, sementara Cina semakin agresif memanfaatkan ekspor untuk mempertahankan pertumbuhan industri kendaraan listriknya.