

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan global Toyota Motor Corporation (TMC) kembali mengalami penurunan pada Maret 2026. Hal ini menjadi penurunan dua bulan berturut-turut, setelah performa perusahaan terdampak pelemahan pasar di kawasan Timur Tengah serta proses pergantian model untuk SUV andalannya, Toyota RAV4.
Disitat Reuters, secara keseluruhan, penjualan global Toyota tercatat turun 7,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 897.871 unit. Penurunan ini mencakup seluruh lini, termasuk Lexus yang juga berada di bawah payung Toyota.
Penjualan di luar Jepang ikut melemah 7,2 %, sementara pasar domestik Jepang turun lebih dalam, yakni 7,8 %. Kondisi ini menunjukkan tekanan terjadi secara merata, baik di pasar global maupun dalam negeri.
Jika dilihat per wilayah, penurunan paling tajam terjadi di Timur Tengah, dengan penjualan anjlok hampir sepertiga sepanjang Maret tahun ini. Selain itu, pasar besar lain seperti Amerika Serikat dan Cina juga mengalami kontraksi masing-masing sebesar 8,5 % dan 8,0 %.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja ini adalah transisi model Toyota RAV4. Pergantian generasi SUV populer tersebut membuat permintaan sementara melambat, seiring konsumen menunggu versi terbaru hadir di pasar.
Meski demikian, Toyota sebelumnya masih mempertahankan status sebagai produsen mobil terlaris di dunia untuk tahun 2025. Namun, tren penurunan penjualan di awal 2026 menjadi sinyal tantangan baru, terutama dari sisi permintaan regional dan siklus pembaruan produk.





