
JAKARTA, AVOLTA – Denza resmi memperkenalkan Z Convertible di ajang Beijing Auto Show 2026. Roadster listrik ini, menjadi salah satu langkah ambisius merek mewah dari BYD tersebut, untuk masuk ke segmen supercar global, dengan fokus pasar pertama justru diarahkan ke Eropa sebelum China.
Secara performa, Denza Z Convertible tampil ekstrem. Mobil ini diklaim memiliki tenaga gabungan lebih dari 1.000 tk, dengan akselerasi 0 sampai 100 km/jam kurang dari 2 detik. Angka tersebut menempatkannya sejajar dengan jajaran hypercar listrik dunia, sekaligus menjadi bukti keseriusan Denza dalam menggarap segmen performa tinggi.
Tidak hanya soal tenaga, Denza juga membekali mobil ini dengan berbagai teknologi canggih. Mulai dari sistem steer-by-wire, suspensi magnetorheological DiSus-M dengan kemampuan membaca kondisi jalan secara prediktif, hingga sistem pengendalian sasis penuh. Selain itu, terdapat sistem penggerak semua roda E3 ‘Yi Sanfang’ yang menjadi tulang punggung performanya.
Dari sisi desain, Denza Z Convertible hadir dengan tampilan agresif khas mobil performa tinggi. Bagian kap mesin dilengkapi saluran udara untuk meningkatkan downforce saat melaju kencang, yang disebut mampu memberikan efek ‘menempel ke jalan’. Model yang dipamerkan juga tampil dalam warna eksklusif Fiorentine green, dengan lebih dari selusin pilihan warna khusus bagi konsumen.
Menariknya, Denza tidak menjadikan China sebagai pasar pertama. Brand ini memastikan debut global mobil tersebut akan dilakukan di Goodwood Festival of Speed, Inggris, pada Juli 2026. Bahkan, pasar internasional akan diprioritaskan sebelum peluncuran domestik di China.
Langkah ini menunjukkan strategi Denza yang ingin langsung bersaing dengan pabrikan premium Eropa. Selain itu, mobil ini juga disebut tengah dipersiapkan untuk menantang lintasan legendaris Nürburgring Nordschleife, dengan hasil waktu putaran yang akan diumumkan di kemudian hari.
Dengan kombinasi performa buas, teknologi canggih, dan strategi global yang agresif, Denza Z Convertible bukan sekadar mobil konsep. Model ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan China siap naik kelas dan menantang dominasi supercar dunia dalam waktu dekat.





