Home Cerita CEO Xpeng Undang Elon Musk Coba Teknologi VLA

CEO Xpeng Undang Elon Musk Coba Teknologi VLA

Xpeng VLA-teknologi kecerdasan buatan terbaru dari Xpeng. (Xpeng)

SHANGHAI, AVOLTA – CEO Xpeng He Xiaopeng, mengundang para pelaku industri otomotif global untuk merasakan langsung teknologi terbaru yang tengah dikembangkan perusahaannya.

Undangan tersebut ditujukan kepada berbagai produsen otomotif, termasuk Elon Musk dari Tesla, untuk mencoba sistem kecerdasan buatan terbaru milik Xpeng yang disebut VLA. Demikian dikutip CnEVPost, Rabu (11/3/2026).

Dalam pernyataannya, He Xiaopeng menyebut nama Elon Musk secara langsung. Ia mengundang CEO Tesla tersebut untuk datang dan mencoba teknologi ini, sekaligus membuka peluang diskusi mengenai masa depan kecerdasan buatan dalam industri otomotif.

VLA merupakan singkatan dari Vision-Language-Action, sebuah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kendaraan otonom dengan memadukan pengolahan visual, pemahaman bahasa, serta kemampuan mengambil tindakan secara langsung.

Menurut He Xiaopeng, teknologi ini dapat membantu kendaraan memahami lingkungan sekitar secara lebih komprehensif sekaligus berinteraksi dengan pengemudi menggunakan bahasa alami.

Dengan kemampuan tersebut, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman berkendara sekaligus memperluas fungsi kendaraan pintar di masa depan.

Ia juga menilai teknologi seperti VLA akan menjadi arah penting dalam perkembangan mobil pintar. Karena itu, pabrikan asal Tiongkok ini secara terbuka mengundang para pemimpin industri otomotif global untuk mencoba langsung teknologi tersebut dan melihat potensi yang ditawarkan.

Xpeng sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal aktif mengembangkan teknologi kendaraan otonom dan sistem bantuan berkendara berbasis kecerdasan buatan.

Perusahaan ini berupaya menggabungkan kemampuan perangkat lunak, sensor, serta komputasi kendaraan untuk menciptakan pengalaman berkendara yang semakin cerdas.

Teknologi VLA menjadi bagian dari langkah tersebut. Dengan menggabungkan penglihatan komputer, pemahaman bahasa, serta kemampuan mengambil tindakan secara real time, sistem ini diharapkan mampu membuat kendaraan lebih adaptif terhadap berbagai kondisi jalan maupun interaksi pengguna.