
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan Tesla di Eropa terus merosot drastis, di tengah kondisi pasar mobil listrik yang sedang meningkat. Bahkan, pada Mei 2025, penjualan Tesla turun 27,9% di Benua Biru tersebut.
Disitat dari Carscoops, sejatinya, total penjualan kendaraan listrik di Eropa pada Mei tahun ini meningkat sebesar 27,2%, dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan Tesla bukan karena melemahnya minat konsumen, melainkan faktor internal dan eksternal lain.
Salah satu faktor yang menyebabkan pasar Tesla merosot, adalah pergerakan agresif dari merek asal China, seperti SAIC dan BYD yang mencatatkan lonjakan penjualan yang signifikan, dan mengambil pangsa pasar Tesla hingga menyusut dari 1,8% menjadi hanya 1,2% pada Mei 2025.
Meski Tesla telah memperkenalkan facelift Model Y, namun pembaruan itu dianggap belum cukup untuk memulihkan penurunan penjualan jenama asal Amerika Serikat tersebut.
Selain itu, faktor reputasi sang CEO, Elon Musk juga dinilai menjadi penyebab Tesla tak laku di Eropa. Keterlibatannya dalam politik sayap kanan dan donasi US$300 juta untuk kampanye Trump, memicu boikot serta vandalisme terhadap kendaraan Tesla di berbagai negara.
Sementara itu, Tesla tetap berupaya bangkit lewat proyek robotaxi di Austin, Texas. Peluncuran layanan taksi otonom ini sempat mengerek nilai saham karena potensi jangka panjangnya.
Tapi, beberapa insiden, seperti kendaraan melintasi jalur berlawanan dan berhenti di tengah jalan, membuat National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) turun tangan menyelidiki model tanpa supir Tesla ini.





