JAKARTA, AVOLTA – Shell memperkenalkan konsep mobil listrik terbaru bernama Triple 10 Challenge Concept Car. Kendaraan ini, adalah sebuah proyek ambisius dari perusahaan pelumas tersebut, yang dirancang untuk menjadikan model bertenaga baterai lebih efisien, dan lebih cepat isi daya baterai.
Disitat dari Carscoops, nama Triple 10 Challenge diambil dari tiga target utama yang ingin dicapai Shell dalam satu mobil.
Pertama, kemampuan pengisian daya dari 10 hingga 80 % dalam waktu kurang dari 10 menit. Kedua, adalah efisiensi energi sebesar 10 km per kWH, dan ketiga adalah jejak karbon sepanjang siklus hidup kendaraan yang dibatasi sekitar 10 ton CO2e.
Menariknya, pencapaian tersebut tidak memerlukan pengisi daya ultra-cepat di atas 300 kW yang masih terbatas jumlahnya. Triple 10 Challenge dapat mencapai performa tersebut menggunakan pengisi daya standar 175 kW, yang lebih umum tersedia di jaringan pengisian publik.
Dalam kondisi tersebut, mobil mampu menambah jarak tempuh sekitar 24 km setiap menit pengisian, hampir 90 % lebih baik dibandingkan rata-rata mobil listrik saat ini yang berada di kisaran 13 km per menit di charger yang sama.
Rahasia utama di balik performa tersebut terletak di teknologi pendinginan imersi (immersion cooling). Berbeda dengan sistem konvensional yang menggunakan cairan pendingin berbasis air, dan glikol melalui saluran khusus, Shell memakai cairan dielektrik yang memungkinkan baterai dan komponen penggerak listrik didinginkan secara lebih efektif.
Pendekatan ini membantu menjaga suhu kerja tetap ideal, mengurangi kehilangan energi, sekaligus mendukung pengisian daya berkecepatan tinggi.






