Home Cerita Berakhirnya Era Mesin Konvensional Lamborghini

Berakhirnya Era Mesin Konvensional Lamborghini

Berakhirnya Era Mesin Konvensional Lamborghini (carscoops)

JAKARTA, AVOLTA – Lamborghini tengah bersiap untuk masuk ke era elektrifikasi atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), untuk semua line-up kendaraannya.

Berbicara kepada surat kabar Jerman WELT, CEO Lamborghini Stephan Winkelmann telah mengkonfirmasi jika model terakhir dengan mesin pembakaran murni dari pabrik Sant’Agata telah terjual habis hingga akhir produksinya.

Sejatinya, ini bukan informasi baru, karena sisa produksi untuk supercar Huracan yang akan segera dihentikan produksnya telah habis terjual sejak Mei 2023.

Tak satu pun dari varian Huracan, termasuk Tecnica dan Sterrato tersedia untuk dibeli konsumen, dan menandai akhir dari mesin V10 5.2 liter N/A, setidaknya dalam bentuk bukan mobil listrik.

Sementara itu, diberitakan Reuters, Sabtu (8/7/2023), Winkelman telah mengkonfirmasi, jika model mesin pembakaran akan digantikan oleh PHEV pada 2024 dan 2025, dan kemungkinan besar merujuk untuk penerus Urus dan Huracan.

SUV Urus merupakan model Lamborghini paling populer, dengan penjualan terbesar. Meski baru diperkenalkan pada 2022, Urus S dan Urus Performante dengan mesin V8 4.0 liter bertenaga 657 tk tidak lagi tersedia karena tingginya permintaan.

Artinya, konsumen yang berminat harus menunggu versi facelift yang akan hadir pada 2024 secara eksklusif ditawarkan dengan varian PHEV V8. Sedangkan Urus generasi terbaru, telah diumumkan akan hadir pada 2029, dengan model yang sepenuhnya listrik.

Sebagai informasi, Lamborghini memang terkenal sebagai merek dengan daftar tunggu pemesanan yang panjang dan terus memecahkan rekor produksi dan penjualan. Bahkan, model Revuelto PHEV V12, telah terjual habis pada akhir 2025.