
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan pemberian insentif untuk kendaraan listrik. Meski skemanya belum jelas, tapi diyakini Toyota dapat mendongkrak penjualan mobil listrik di Indonesia.
Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan, hanya saja performanya tidak akan melesat tinggi, tetapi butuh waktu alias berjalan perlahan karena masyarakat juga harus menyesuaikan dengan ekosistem mobil listrik.
“Kami belum bisa berkomentar terlalu jauh karena belum tahu bagaimana isinya. Tapi yang pasti, setiap ada insentif akan memberikan dampak positif terhadap pergerakkan di pasar,” ungkap Henry di Jakarta belum lama ini.
Henry menjelaskan, sepanjang 2022 penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia berada di angka 2 – 3 % dari total pasar. Menurut dia, kondisi tahun ini dipastikan akan terdongkrak lagi karena ada insentif dari pemerintah.
“Mungkin di masa depan kendaraan listrik bisa kalahkan segmen LCGC. LCGC ini memang ada beberapa regulasi lah ya salah satunya tentang harga, kandungan lokal, dan lain-lain. Jadi perlu ada tahap-tahapan supaya EV bisa ke sana,” kata dia.
Mengutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi Januari-Desember 2022 naik 5 kali lipat atau 548 % menjadi 20.396 unit.






