BEIJING, AVOLTA – Xiaomi menguji kemampuan jarak tempuh Skynomad N90 Max, SUV berukuran besar dengan teknologi extended-range electric vehicle (EREV).
Dalam pengujian perjalanan nyata dari Shanghai menuju Beijing, SUV ini berhasil menempuh jarak 1.230 kilometer hanya dengan satu kali pengisian baterai dan satu tangki bahan bakar. Demikian melansir CarnewsChina, Rabu (2/9/2026).
Pengujian tersebut dilakukan dengan rute yang menghubungkan 5G Future Center di Shanghai dengan fasilitas produksi Xiaomi di Beijing.
Setelah tiba di tujuan, sistem kendaraan masih menunjukkan sisa jarak tempuh sekitar 54 kilometer. Dengan demikian, jarak tempuh aktual Skynomad N90 Max diperkirakan mencapai sekitar 1.284 kilometer.
Perjalanan dilakukan dengan kondisi yang dibuat mendekati penggunaan sehari-hari. Mobil membawa empat orang penumpang ditambah muatan sekitar 50 kilogram. Sistem pendingin kabin diatur pada suhu 24 derajat Celsius, sementara kendaraan menggunakan mode Eco dengan prioritas penggerak listrik.
Tekanan ban ditetapkan pada 2,9 bar dan sistem regenerative braking diatur pada tingkat efisiensi 80%. Pengaturan tersebut menunjukkan bahwa pengujian tidak hanya mengandalkan kondisi ideal tanpa beban, tetapi juga memasukkan beberapa faktor yang biasa ditemui ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.
Meski demikian, angka tersebut tetap perlu dilihat sebagai hasil dari satu pengujian perjalanan nyata dan bukan angka resmi sertifikasi konsumsi energi. Xiaomi sendiri menggunakan hasil tersebut untuk menunjukkan kemampuan sistem EREV dalam mengatasi kekhawatiran mengenai jarak tempuh.
Skynomad N90 Max merupakan SUV berukuran besar dengan panjang 5.285 mm, lebar 1.998 mm, tinggi 1.825 mm, serta jarak sumbu roda 3.080 mm. Dengan dimensi tersebut, mobil ini masuk kategori SUV full-size dan menawarkan ruang kabin yang cukup luas.
Sistem penggeraknya menggunakan teknologi EREV. Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, mesin bensin pada Skynomad N90 Max tidak menjadi penggerak utama roda. Mesin berkapasitas 1,5 liter turbo berfungsi sebagai generator untuk memasok energi listrik ke baterai dan sistem penggerak.
Energi disimpan dalam baterai berkapasitas 76 kWh dengan kimia ternary NMC yang diproduksi CALB. Sementara untuk menggerakkan kendaraan, Xiaomi menggunakan konfigurasi dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau AWD.






