Home Cerita Isu Battery Lock Lagi Heboh di Cina: BYD Ancam Penyebar Hoaks

Isu Battery Lock Lagi Heboh di Cina: BYD Ancam Penyebar Hoaks

5
0

SHENZHEN, AVOLTA – BYD akan menempuh jalur hukum setelah muncul rumors yang menyebut sejumlah produsen, termasuk Tesla dan Zeekr, dipanggil regulator terkait dugaan praktik “battery lock” atau pembatasan kapasitas baterai melalui pembaruan software over the air/OTA.

Isu tersebut langsung memicu perhatian besar di industri otomotif Tiongkok karena melibatkan sejumlah merek kendaraan listrik ternama. Demikian melansir laman CarnewsChina, Selasa (12/5/2026).

Rumors tersebut menyebar luas di media sosial Cina setelah muncul laporan bahwa regulator tengah menyelidiki praktik penguncian kapasitas baterai yang disebut dapat membatasi performa kendaraan secara sengaja melalui update software. Bahkan beredar daftar perusahaan yang diklaim telah dipanggil regulator, mulai BYD, Tesla, Zeekr, Xpeng, hingga GAC Aion.

Namun, BYD langsung membantah keras kabar tersebut dan menyebut informasi yang beredar sebagai berita palsu. Perusahaan menegaskan tidak pernah menerima panggilan ataupun pemberitahuan investigasi terkait praktik battery lock.

Tesla Cina juga memberikan klarifikasi serupa. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu menyebut seluruh pembaruan software kendaraan dilakukan sesuai prosedur pengujian dan dokumentasi resmi. Zeekr, Xpeng, Li Auto, Nio, hingga GAC Aion juga ramai-ramai membantah keterlibatan mereka dalam isu tersebut.

Di kalangan konsumen EV Cina, isu ini cukup sensitif karena berkaitan langsung dengan jarak tempuh, performa, hingga nilai kendaraan. Beberapa pengguna sebelumnya sempat mengeluhkan adanya penurunan performa atau kapasitas pengisian daya setelah update software tertentu.

Laporan CCTV China sebelumnya memang menyebut regulator telah memperhatikan keluhan terkait pembatasan baterai melalui OTA dan memanggil beberapa produsen untuk diskusi. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi yang menyebut nama merek tertentu ataupun adanya sanksi resmi terhadap perusahaan otomotif.

Banyak pihak menilai rumor tersebut semakin membesar setelah daftar perusahaan yang disebut terlibat tersebar luas dan diduga dibuat menggunakan AI generatif. Hal ini membuat sejumlah produsen otomotif bereaksi cepat untuk melindungi citra merek mereka, terutama di tengah persaingan pasar EV Cina yang saat ini sangat agresif.

Kasus ini juga memperlihatkan semakin pentingnya software dalam industri otomotif modern. Kini kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada hardware seperti baterai dan motor listrik, tetapi juga sistem software yang dapat mengubah karakter mobil melalui update OTA.

Teknologi tersebut memang memberi keuntungan karena mobil bisa terus diperbarui tanpa datang ke bengkel, namun di sisi lain juga memunculkan kekhawatiran baru terkait transparansi dan kontrol konsumen terhadap kendaraan mereka sendiri. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here