
BEIJING, AVOLTA – Merek mobil listrik BYD terus meningkatkan ekosistem bisnis elektrifikasinya. Produsen asal Cina tersebut akan menginvestasikan US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 18,2 triliun untuk membangun pabrik baterai baru.
Dikutip dari Reuters, Rabu (15/2/2023), FinDream Technology, sebagai perusahaan baterai milik BYD berencana untuk membangun fasilitas pembuatan baterai baru ini di kota Zhengzhou, Provinsi Henan.
Sementara itu, untuk kapasitas pabrik baterai ini sendiri, mampu memproduksi hingga 40 gigawatt jam per tahun baterai berjenis Blade.

Informasi detail terkait pabrik baru BYD ini, terungkap dari pengajuan lingkungan yang dipublikasikan di situs web pemerintah Zhengzhou, pada Jumat (10/2/2023) pekan lalu.
Sedangkan salah satu juru bicara BYD, belum bersedia memberikan komentar terkait rencana pembangunan baterai baru BYD tersebut.
Sebagai informasi, baterai Blade merupakan baterai lithium-iron-phosphate (LFP) yang tidak terlalu besar, yang menurut Ketua BYD, Wang Chuanfu lebih aman daripada alternatif lain di pasar dan tidak akan terbakar.
Baterai tersebut telah menggerakkan mobil listrik terlaris BYD, seperti sedan Han dan Seal yang bersaing dengan Tesla Model 3 di Negeri Tirai Bambu.



