
JAKARTA, AVOLTA – Sepeda motor berbasis baterai akan menjadi masa depan di industri roda dua global, termasuk di Indonesia. Namun, untuk sekarang ini Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) masih merasa skeptis pada motor listrik.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hari Budianto mengatakan, pasar masih membutuhkan waktu terhadap perpindahan motor bermesin konvsional menjadi listrik.
“Harus nunggu baterainya murah, atau ada business model yang baterai swap tidak masuk hitungan motor misalnya,” ungkap Hari belum lama ini di Jakarta.
Adaptasi perpindahan ke motor lisrik juga, kata Hari, butuh infrasktuktur yang baik, sehingga konsumen lebih mudah ketika hendak mengisi daya baterainya.
“Sebagai contoh, ke Bandung sampai Kawarang sudah habis baterainya, ada tidak baterai swap, kalau tidak ada masa harus ngecas sampai 5 jam,” ujar Hari.
Jadi, sejauh ini menurut dia masyarakat masih ragu terhadap motor listrik terutama mengenai pengisian baterai. Maka dari itu, para produsen roda dua di Indonesia sekarang ini masih dalam tahap memperkenalkan model motor listrik ke pasar.
“Tentunya karena keraguan pasar ini yang menentukan strategi masing-masing perusahaan,” tutur dia.
