
KUALA LUMPUR, AVOLTA – Langkah Proton dalam mendorong elektrifikasi mulai menunjukkan hasil signifikan di 2026. Melalui model e.MAS, pabrikan asal Malaysia ini berhasil mencatatkan lebih dari 10.000 unit pemesanan hanya dalam beberapa bulan pertama tahun ini, angka yang bahkan sudah melampaui total pencapaian sepanjang 2025.
Capaian tersebut menegaskan bahwa penerimaan pasar terhadap kendaraan elektrifikasi Proton terus meningkat, seiring semakin luasnya pilihan model yang ditawarkan. Demikian melansir laman Paultan, Rabu (29/4/2026).
Salah satu kontributor utama datang dari varian plug-in hybrid terbaru, e.MAS 7 PHEV, yang langsung mendapat respons positif sejak diperkenalkan ke publik.
Model ini tercatat telah mengumpulkan lebih dari 6.500 pemesanan, memperlihatkan minat tinggi konsumen terhadap teknologi PHEV yang menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.
Sebagai gambaran, dalam fase awal peluncuran, model ini sudah mengantongi lebih dari 3.500 booking dalam waktu sekitar satu setengah bulan, mencerminkan adopsi yang cukup cepat di pasar domestik.
Kehadiran e.MAS 7 PHEV memang menjadi langkah strategis Proton untuk menjembatani konsumen yang ingin beralih ke elektrifikasi tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional.
Dengan konfigurasi mesin 1,5 liter yang dipadukan motor listrik, model ini dirancang untuk memberikan efisiensi sekaligus fleksibilitas penggunaan sehari-hari.
Kombinasi antara model listrik murni dan plug-in hybrid menjadi pendekatan yang memperluas jangkauan konsumen, mulai dari mereka yang siap beralih penuh ke EV hingga pengguna yang masih membutuhkan fleksibilitas mesin bensin.
Strategi ini juga sejalan dengan tren global, di mana banyak pabrikan mulai menawarkan berbagai opsi elektrifikasi untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda.
