Home Cerita Era Baterai Sodium-ion Dimulai, CATL Dapat Pesanan Jumbo

Era Baterai Sodium-ion Dimulai, CATL Dapat Pesanan Jumbo

1
0

BEIJING, AVOLTA – Produsen baterai raksasa asal Cina, CATL, kembali menunjukkan dominasinya di industri kendaraan listrik global dengan mengamankan pesanan terbesar untuk baterai sodium-ion. Nilai kontrak tersebut mencapai kapasitas hingga 60 GWh, menjadikannya tonggak penting dalam pengembangan teknologi baterai alternatif non-lithium.

Kesepakatan ini sekaligus menegaskan bahwa baterai sodium-ion mulai bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi skala besar. Demikian dikutip CarnewsChina, Rabu (29/4/2026).

Selama ini, teknologi tersebut digadang-gadang sebagai solusi atas keterbatasan bahan baku lithium yang semakin mahal dan terbatas. Berbeda dengan baterai konvensional, sodium-ion memanfaatkan natrium yang jauh lebih melimpah dan biaya produksinya lebih rendah.

Selain lebih murah, baterai jenis ini juga memiliki keunggulan dalam kondisi suhu ekstrem. Dalam pengujian, sel sodium-ion mampu mempertahankan sekitar 90% kapasitasnya bahkan pada suhu -40 derajat Celsius, membuatnya lebih andal dibanding baterai lithium dalam kondisi dingin.

Meski begitu, teknologi ini masih memiliki keterbatasan, terutama pada kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion. Artinya, jarak tempuh kendaraan listrik berbasis sodium-ion untuk saat ini belum bisa menyamai model dengan baterai lithium.

Namun, CATL optimistis bahwa seiring berkembangnya teknologi dan rantai pasok, baterai ini nantinya mampu mendukung kendaraan dengan jarak tempuh hingga 600 km.

Langkah CATL mengamankan kontrak besar ini juga memperkuat tren munculnya “era dua kimia baterai”, di mana sodium-ion dan lithium-ion akan berjalan berdampingan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda.

Sodium-ion diproyeksikan mengisi segmen kendaraan terjangkau dan penggunaan di kondisi ekstrem, sementara lithium-ion tetap menjadi pilihan utama untuk performa dan jarak tempuh tinggi.