DETROIT, AVOLTA – Akio Toyoda, Chairman Toyota Motor Corporation, resmi masuk ke dalam Automotive Hall of Fame. Penghargaan ini diberikan dalam acara yang berlangsung di Detroit, Michigan, Amerika Serikat (AS), pada 23 September 2026.
Toyoda menjadi salah satu dari delapan tokoh yang masuk dalam Automotive Hall of Fame 2026. Ia mendapatkan penghargaan tersebut atas kontribusinya terhadap industri otomotif global, termasuk kepemimpinan di Toyota, pengembangan kendaraan serta keterlibatannya dalam dunia motorsport.
Salah satu periode penting dalam karier Toyoda terjadi ketika dirinya menjabat sebagai Presiden Toyota pada 2009. Saat itu, Toyota menghadapi periode sulit akibat krisis ekonomi global serta gelombang penarikan kembali kendaraan di AS. Demikian melansir TopGearPhilippines, Senin (28/9/2026).
Toyoda kemudian mengambil tanggung jawab atas persoalan tersebut dan memimpin upaya Toyota untuk memperkuat sistem pengendalian kualitas serta memulihkan kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.
Selain dari sisi bisnis, Toyoda juga dikenal memiliki keterlibatan langsung dalam pengembangan kendaraan. Ia bahkan menjalani pelatihan sebagai master driver dan menggunakan nama Morizo ketika mengikuti berbagai kegiatan motorsport.
Pendekatan tersebut turut mendorong Toyota untuk kembali menghadirkan mobil yang memiliki karakter sporty.
Dalam pidato penerimaan penghargaan, Toyoda menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, karyawan, diler, pemasok dan berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan Toyota.
Ia juga menyinggung warisan keluarganya di industri otomotif. Dengan masuknya Akio Toyoda, kini terdapat empat anggota keluarga Toyoda yang tercatat sebagai bagian dari Automotive Hall of Fame.
Mereka adalah Kiichiro Toyoda, pendiri Toyota yang masuk pada 2018, Shoichiro Toyoda yang mendapat penghargaan pada 2007, serta Eiji Toyoda yang masuk pada 1994. Toyoda menyebut penghargaan tersebut bukan hanya miliknya, tetapi juga merupakan penghargaan bagi orang-orang yang bekerja bersamanya. Saat ini Toyota memiliki hampir 400.000 karyawan di seluruh dunia.







