JAKARTA, AVOLTA – Setelah molor selama 7 tahun, sejak pertama kali diperkenalkan, Tesla Semi akhirnya siap diproduksi massal. Bahkan, jenama asal Amerika Serikat menargetkan bisa mencetak truk listrik tersebut hingga 50 ribu unit per tahun.
Disitat Electrek, perjalanan truk listrik ini memang cukup berliku. Diperkenalkan pada 2017, dengan target produksi pada 2019, dan akhirnya mengalami berkali-kali penundaan karena pabrikan Negeri Paman Sam ini lebih memprioritaskan pasokan sel baterai untuk lini mobil penumpang.
Kini, pabrik khusus Semi, yang berdampingan dengan Gigafactory Nevada siap untuk merakit truk ramah lingkungan tersebut, dan Tesla juga menyebut fasilitas yang akan digunakan untuk produksi Semi dirancang untuk menjadi tulang punggung di Amerika Utara.
Sedangkan untuk pasar Eropa, Tesla menyiapkan varian Semi yang mampu menempuh jarak hingga 550 kilometer dalam kondisi bobot gabungan kendaraan mencapai 40 ton.
Truk ini diklaim memiliki konsumsi energi sekitar 1 kWh per kilometer, bobot kosong sekitar 9.100 kg, serta mendukung fitur electric power take-off hingga 25 kW.
Sementara itu, kemampuan pengisian daya juga menjadi salah satu yang jadi perhatian. Melalui jaringan Megacharger, baterai Semi juga bisa dipulihkan sekitar 60 persen jarak tempuh hanya dalam 30 menit.
Tesla turut melengkapinya dengan sistem penjadwalan pengisian daya, berbasis rute serta pusat layanan khusus yang dirancang untuk meminimalkan waktu henti operasional.







